Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Sebuah Pesan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sebuah Pesan. Tampilkan semua postingan

Pesan untuk Kalian Jika Masih Mempunyai Akal...



Oleh : Abu Marwa

Segala puji hanya milik Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi yang diutus dengan pedang sebagai rahmatan lil ‘alamin. Amma Ba’du

Seperti kata Shandel, bahwa bahaya terbesar yang dihadapi umat manusia pada zaman sekarang bukanlah ledakan bom atom, tetapi perubahan fitrah. Unsur kemanusiaan dalam diri manusialah yang sebenarnya sedang mengalami kehancuran sedemikian cepat. Hingga yang tercipta sekarang adalah ras-ras non manusia—mesin berbentuk manusia yang tidak sesuai kehendak Allah. “Mereka ibarat menjual ‘sesuatu’ namun mereka sendiri yang harus membayar harga ‘sesuatu’ tadi; Berbaris di depan “rumah perampok”, menanti giliran untuk diri sendiri untuk dirampok. 

Penyakit cinta dunia dan mengikuti hawa nafsu telah menggerogoti jiwa-jiwa manusia. Anehnya mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang sakit bahkan hampir sekarat karena tiap saat menelan racun sekulerisme, liberalisme dan falsafah kafir lain yang berseberangan dengan islam. Naudzubillah tsumma Naudzubillah.

 “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya ? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah . Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran ?” (QS. Al-Jaathiya : 23)

Spirit islam telah tertanggal dari dirinya berganti dengan budaya permisif dan materialis.Dalam pikirannya ,yang ia pandang dalam kehidupan hanya mengejar dunia, menggapai dunia, memeluk dunia dan mencari keamanan, kenyamanan dunia, dunia dan dunia.

 ”Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (QS Al-Mu’minun ayat 71)

Lihatlah ketika media sekuler gencar-gencarnya memfitnah para junud Daulah  yang memperjuangkan islam, yang rela meninggalkan pekerjaan, dunia, bahkan keluarga yang dicintai untuk membela saudaranya yang tertindas , mereka senantiasa tetap sabar meski hari-hari mereka di bawah gempuran bom, rudal dan terjangan peluru, waktu istirahat berkurang. Ironinya masyarakat yang mengaku dirinya islam  dan beriman, secara keji mengaminkan tuduhan keji media sekuler. 

Seolah media sekuler itulah yang membawa kebenaran, seolah media sekuler itulah yang memperjuangkan kehormatan islam. 

Mereka lupa, tiap detik di media itu, betina telanjang berlalu lalang, mereka lupa ketika mengatakan IS sesat, pada saat bersamaan si pembawa acara tak berhijab bisa jadi kafir asli pula.Mereka seolah juga lupa senantiasa media itu, mencekoki anak-anaknya, memotivasinya agar selalu memuja memuja fisiknya. Seolah-olah TV itu sudah menjadi Nabi, yang tingkah polahnya selalu diikuti tanpa sedikitpun protes.

Sungguh Khilafah yang kau cela itu sejatinya bermaksud melindungi dan mempperjuangkan kehormatan kalian wahai kaum muslimin,sungguh mereka berjuang untuk keamanan kalian dari rongrongan dan tindakan licik dari orang-orang kafir. 

 Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. …” (QS Al-Baqarah [2]: 120)



Sungguh mereka itu ada untuk kemuliaan islam dan kaum muslimin.Namun kenapa kalian tak kunjung sadar juga. Apakah bila tanah belum masuk ke mulut kalian, kalian tak akan sadar?

Seorang muslim  bila datang kepada mereka berita dari orang fasiq, maka wajib bagi mereka untuk tabayyun, apatah lagi berita itu dari orang kafir. Belumkah akal kalian bisa digunakan?

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”(QS. Al-Hujurat : 6)

Sungguh banyaknya jumlah orang dalam satu perkataan tak menjamin itu merupakan sebuah kebenaran.

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”
[QS.al-An'am/6: 116]

Imam Baidhowi rahimahullah berkata: “Yang dimaksud dengan umumnya manusia adalah orang-orang kafir atau orang-orang bodoh tentang agama atau pengikut hawa nafsu.” [Tafsir al-Baidhowi: 2/199]

Syaikh Abdurrohman as-Sa’di  berkata: “Ayat ini menjelaskan bahwa kebenaran itu bukan karena banyak pendukungnya, dan kebathilan itu bukan karena orang yang mengerjakannya sedikit. Kenyataannya yang mengikuti kebenaran hanya sedikit, sedangkan yang mengikuti kemungkaran banyak sekali. Kewajiban bagi umat Islam adalah mengetahui yang benar dan bathil, lihatlah jalan yang ditempuh.” [Tafsir al-Karimur Rohman: 1/270]

Maka telitilah wahai kaum muslimin, daging mujahid itu beracun, daging Junud dan Anshor daulah itu tak enak kau makan, apalagi berpikir untuk lahap mengkonsumsinya..

Hanya karena terduga mereka mendukung IS, banyak yang diusir dari kontrakannya. Hanya karena mendukung IS, mereka dicela habis-habisan oleh masyarakat sekitar. Tak ketinggalan Spanduk dan Banner IS itu tersebar dimana-mana , seolah-olah IS itu akan mencelakakan agama kalian.Kenapa bisa terjadi seperti itu? 

Tak lain dan tak bukan karena kalian terlalu latah dengan berita yang dihembuskan media sekuler lagi kafir itu. Kalian terlalu menikmati daging saudara kalian sendiri, kalian lebih suka mencelakakan saudara kalian sendiri agar leluasa didzolimi oleh musuh islam itu.

Lain hari kalian berkata IS itu tidak sesuai islam, lain waktu kalian berkata IS bentukan inteligent, bentukan Amerika,..

Padahal dengan mata kepala kalian sendiri mengetahui bahwa pemerintah kafir indonesia itu bonekanya AS, padahal tentu kalian juga mengetahui bahwa media sekuler itu tak lain dan tak bukan adalah tangan panjang musuh-musuh islam, tapi anehnya kalian benci IS karena diduga bentukan Amerika padahal senyatanya lidah kalian itu perpanjangan dari media sekuler pendukung Amerika, apakah ini masuk diakal?? ataukah dengan ini kalian masih pantas disebut kaum berakal??!!Maka cepatlah bangun, dan segera cuci muka, bertaubatlah atas tindakan kalian.

Maka berhentilah dari mencela pejuang islam, berhentilah dari memfitnah dan menyudutkannya sebelum lidah dan mulut kalian mencelakakan diri kalian menuju api yang sangat panas yang tidak ada bandingannya di dunia ini, yang dapat mengelupaskan kulit kepala..

 ” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al- Hujurat: 12).

Dan kami berpesan kepada kalian ,jauhilah ulama-ulama jahat itu, mereka katakan IS sesat, tapi di lain waktu mereka sendiri yang menyambut gembira Obama yang kafir, yang tangannya berlumuran darah kaum muslimin hadir di masjid istiqlal yang kau kenal.Apalagi dengan BNPT yang tiap hari duduknya dan kerjanya utnuk kepentingan anak buah dajjal.Apakah ini islam yang kau kenal wahai kaum? Apakah islam yang kalian sukai adalah yang selaras dengan keinginan Amerika dan Ulim Amrikiyyah?

Telah jelas dan terang bahwa setan itu adalah musuh kalian yang nyata.Dan Amerika beserta bonekanya itu adalah senyata-nyata setan.

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

Sungguh kebenaran itu terlihat jelas, perbedaan dengan kebathilan seperti siang dan malam, maka telitilah dalam mengambil sikap, wahai kaum muslimin!! telitilah dan belajarlah . Belajarlah ketika kebodohan merajalela, agar kalian tak masuk daftar orang bodoh dan dibodohi.

Di antara tanda-tanda akan datangnya kiamat ialah dihilangkannya ilmu (tentang Ad-Din) dan tetapnya kejahilan”. [Shahih Bukhari, Kitab Al-Ilm, Bab Raf'i Al-Ilmi wa Zhuhuri Al-Jahli 1:178, Shahih Muslim, Kitab Al-Ilm, Bab Raf'i Al-Ilmi wa Qabdhihi wa Zhuhuri Al-Jahli wa Al-Fitan fi Akhir Az-Zaman 16:222].

Sesungguhnya menjelang datangnya hari kiamat akan ada hari-hari diturunkannya kejahilan dan dihilangkannya ilmu (Ad-Din)”. [Shahih Bukhari, Kitab Al-Fitan, Bab Zhuhuri Al-Fitan 13:13].

Sungguh Daulah Khilafah itu datang untuk menghajar kaum kafir yang tangan mereka berlumuran darah kaum muslimin..

Dan ketahuilah menghajar yang cerdas itu tidak selalu memakai mikrofon, tidak selalu naik di atas mimbar. Menghajar yang benar-benar mengenyahkan mereka dari muka bumi adalah dengan sembelihan dan berondongan peluru. Itu suatu kemestian bagi mereka kaum yang hanya paham dengan bahasa kematian agar bertaubat dari mendzolimi kaum muslimin.

“…akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs.Al A’raf:187)

Yang mereka ketahui hanyalah dengan Demokrasi,sungguh.. sejak zaman sebelum ada empu Gandring lahir pun, demokrasi telah gagal, karena ia juga merupakan hembusan setan.

“ dan sesungguhnya Kami telah mengulang ulang kepada manusia didalam Al-Quran ini setiap macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukai selain mengingkari”. (Qs.Al Isra’:89)

Maka perang dan kekerasan terhadap orang kafir yang memerangi islam itu sebuah kemestian.

Rasulullah bersabda:

“Aku diutus dengan pedang menjelang hari kiamat, sampai Allah sebagai satu-satunya sembahan tidak ada kesyirikan baginya dan dijadikan rizki dibawah bayangan tombakku, dan dijadikan hina dan rendah bagi siapa saja yang menyelisihi urusanku. Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia menjadi bagian kaum itu”.(HR.Ahmad)

Maka ketahuilah kaum yang mempunyai akal, bahwa kami datang dengan membawa pedang untuk kemuliaan islam dan kaum muslimin. Tidak berguna celaan, cacian, fitnah keji kalian.

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS al-Maidah [5]: 54)

Itulah karunia Allah yang diberikan kepada yang dikehendaki-Nya,maka introspeksilah kalian masuk bagian yang murtad atau yang mendapat karunia??

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Benci Khilafah Islamiyyah Adalah Benci Islam

 


Sekarang ini para tokoh yang mengaku Islam memvonis orang-orang yang mendukung Daulah Islamiyyah atau Khilafah Islamiyyah (bukan ISIS karena ISIS sudah tidak ada) sebagai orang-orang yang sinting alias gila seperti kutipan berikut: (“Hanya orang sinting saja yang mau bergabung dengan ISIS dan kelompok sejenis itu,” kata Syafi’i kepada Tempo melalui pesan singkat, Kamis, 31 Juli 2014. http: //www.tempo.co/read/news/2014/08/01/078596645/Syafii-Maarif-Dukung-ISIS-Itu-Sinting).
Padahal Daulah Islamiyyah itu murni membawa ajaran yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melaksanakan tauhid yang merupakan dakwah para nabi dan rasul, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga dituduh oleh kaumnya yang kafir sebagai orang sinting alias gila, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍ

“Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?”.” [Ash Shaaffaat: 35-36],
dan firman-Nya Ta’ala:

أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُ مُنكِرُونَ أَمْ يَقُولُونَ بِهِ جِنَّةٌ بَلْ جَاءهُم بِالْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ

“Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka, karena itu mereka memungkirinya?  Atau (apakah patut) mereka berkata: “Padanya (Muhammad) ada penyakit gila.” Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran.” [Al Mu’minun: 69-70].
Jadi jangan heran bila para pendukung Daulah Islamiyyah itu dituduh sinting alias gila, karena panutan mereka yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dituduh gila juga oleh para tokoh saat itu.

Sebagian para tokoh yang mengaku islam di negeri ini juga menyebut para pendukung Daulah Islamiyyah juga sebagai orang-orang bodoh alias dangkal pemikirannya, seperti kutipan berikut: (“Yang mendukung ISIS adalah orang bodoh karena tidak memahami pribadi dan sejarah bangsa Indonesia sendiri. Bagi NU, NKRI yang berdasarkan Pancasila adalah upaya final untuk mendirikan negara Indonesia,” tukasnya. http: //www.republika.co.id/berita/internasional/global/14/08/05/n9tsfo-pbnu-yang-mendukung-isis-adalah-orang-bodoh).
Maka itu tidaklah mengherankan dikarenakan para pengikut para Nabi juga disebut sebagai orang-orang yang dangkal pemikiran lagi bodoh, sebagaimana apa yang Allah Ta’ala firmankan tentangnya:

فَقَالَ الْمَلأُ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قِوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلاَّ بَشَرًا مِّثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلاَّ الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَى لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ

“Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang dangkal pemikiran, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta”.” [Huud: 27].
Mereka disebut dangkal pikiran dan bodoh dikarenakan mereka mengikuti murni apa yang Allah dan Rasul-Nya ajarkan dan perintahkan tanpa menentangnya dengan akal-akal yang telah terkontaminasi oleh virus-virus kesukuan dan sekulerisme, di mana syiar mereka adalah sami’naa wa atha’naa (kami mendengar dan taat) sehingga disebut bodoh dan dangkal karena tidak dipertimbangkan dengan pola pikir Barat dan Filsafatnya yang mendominasi masa kini dan telah merasuki jiwa-jiwa bermental jajahan.

Para thaghut dan rengrengannya juga mengancam para pendukung Daulah Islamiyyah dan yang berbai’at kepadanya dengan ancaman pencabutan kewarganegaraan (pengusiran sosial) kecuali kalo mau kembali kepada ajaran Islam ala Indonesia (alias beragama Pancasila), seperti kutipan berikut: (Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay mendesak pemerintah untuk mencabut kewarganegaraan warga negara Indonesia yang terbukti menjadi pendukung Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). “WNI yang menjadi pejuang ISIS di Timur Tengah harus dicabut (kewarganegaraannya). Tindakan tegas diperlukan agar mereka tidak mudah kembali ke Indonesia untuk menyebarkan paham dan ideologinya,” kata Saleh Partaonan Daulay saat dihubungi di Jakarta, Rabu (6/8/2014), http: //www.antaranews.com/berita/447254/pemuda-muhammadiyah-cabut-kewarganegaraan-wni-pendukung-isis).
Maka begitu juga para thaghut zaman dulu mengancam para nabi dan para pengikutnya dengan ancaman yang sama, sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

قَالَ الْمَلأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُواْ مِن قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَكَ مِن قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ

“Pemuka-pemuka dari kaum Syuaib yang menyombongkan diri berkata: “Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami”. Berkata Syuaib: “Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?”.” [Al A’raf: 88],
dan firman-Nya Ta’ala:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُواْ لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُم مِّنْ أَرْضِنَآ أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا فَأَوْحَى إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ

“Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: “Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami”. Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka: “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang lalim itu,” [Ibrahim: 13].

Bila para thaghut masa kini berusaha menghalang-halangi kaum muslimin dari berhijrah ke Daulah Islamiyyah, maka orang-orang kafir dahulu juga sama seperti itu yaitu menghalang-halangi kaum muslimin dari hijrah bahkan hatta hijrah ke negeri kafir yang lebih aman-pun mereka tidak rela sehingga dahulu musyrikin Quraisy mengirim duta untuk menyusul kaum muslimin yang hijrah ke Habasyah di awal Islam, dan ketika sudah ada Darul Islam di Madinah dan hijrah diwajibkan maka musyrikin Quraisy-pun berupaya menggagalkan hijrah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan melakukan penyisiran perjalanan, dan mereka mencegat para shahabat yang hendak hijrah dan memenjarakan mereka. Shuhaib Ar Rumiy bahkan ketika hendak hijrah dicegat musyrikin Quraisy dan mereka melepaskannya setelah ia mau memberikan seluruh hartanya kepada mereka, sehingga ketika sampai turun ke Madinah Allah Ta’ala menurunkan ayat ini:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ وَاللّهُ رَؤُوفٌ بِالْعِبَادِ

“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” [Al Baqarah: 207]
dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepadanya:

ربح البيع

“Beruntunglah penjualan itu”,
begitu pula sebagian orang-orang kafir mau melepaskan muhajirin bila sudah memberikan tebusan. Itulah perilaku-perilaku kaum kafir yang selalu sama pola dan bentuknya, hanya beda nama dan zamannya saja. Allah Ta’ala berfirman:

أَتَوَاصَوْا بِهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ

“Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.” [Adz Dzariyat: 53],
dan berfirman:

تَشَابَهَتْ قُلُوبُهُمْ

Sungguh serupa hati-hati mereka itu. [Al Baqarah: 118].

Jadi janganlah heran kita semua dengan tindakan para thaghut dan kaki tangan mereka terhadap para muwahhidin. Bersabarlah karena bila dulu ada Badar, Uhud, Hudaibiyyah dan Futuh Mekkah maka begitu juga zaman ini akan ada juga hal serupa. Sebagaimana dulu di awal Islam kaum muwahhidin dalam kondisi ketakutan dan kekhawatiran ditangkap dan dibunuh, sebagaimana firman-Nya Ta’ala:

وَاذْكُرُواْ إِذْ أَنتُمْ قَلِيلٌ مُّسْتَضْعَفُونَ فِي الأَرْضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُم بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.” [Al Anfal: 26],
maka begitu juga di masa kelahiran Islam hakikiy di akhir zaman ini akan ada fase ketakutan dan kekhawatiran, dan sebagaimana dulu ada fase Hudaibiyyah yang pada kondisi itu kaum muslimin merasa aman dan Daulah Islam diakui eksistensinya yang diperhitungkan dalam politik dunia, maka tidak lama lagi in Syaa Allah fase itu akan kita alami, dan sebagaimana dulu ada fase futuh Mekkah di mana manusia berbondong-bondong masuk islam maka in Syaa Allah fase itu akan kita alami sebagaimana di dalam janji Allah Ta’ala yang telah dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana Islam akan masuk ke setiap rumah di bumi ini dengan kejayaan orang yang jaya dan kehinaan orang yang hina. Maka bersabarlah sampai akhir hayat, dan ingatlah bahwa hakikat kemenangan itu adalah keteguhan di atas tauhid dan manhaj. Daulatul Islam Baqiyah Bi Idznillah Ta’ala walaupun para thaghut dan para ulama suu’ itu tidak menyukai dan tidak menginginkannya, serta walaupun mereka berusaha keras dan mengerahkan segala upaya dalam memadamkan dan menumpasnya, karena cahaya Allah Ta’ala tidak mungkin bisa dipadamkan, Allah Ta’ala berfirman:

يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” [At Taubah: 32-33],
dan berfirman:

يُرِيدُونَ لِيُطْفِؤُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.” [Ash Shaff: 8-9].

Dienullah ini adalah Nuur (Cahaya) dan Naar (Api), cahaya yang menerangi jalan orang-orang mu’min dan api yang membakar orang-orang kafir. Maka gunakanlah akal sehat kalian dan ambillah pelajaran dari perjalanan umat terdahulu. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan semua sahabatnya. Dan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin.

Abu Sulaiman

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menyongsong Perang Ahzab Jilid 2




Aneh Umat ini, dan aneh pula orang-orang yang dianggap tokoh dan di-ulama-kan umat, seolah mereka tidak pernah membaca Al Qur’an dan mengkaji Sirah Nabawiyyah. Setiap kali fitnah dan tuduhan disematkan kepada Daulah Islamiyyah, maka Allah Ta’ala memberikan jawabannya dengan fakta realita yang nyata, namun setiap kali syubhat dan fitnah itu terbantahkan maka para pendengki dan musuh Daulah itu mendatangkan syubhat dan fitnah yang lain, dan begitulah seterusnya, ini semua tidak lain adalah dikarenakan Daulah Islamiyyah itu membawa ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar-benar murni lagi segar seolah ia baru diturunkan, sedangkan setiap nabi itu memiliki musuh dari kalangan setan manusia dan jin yang melontarkan syubhat yang dikemas dengan kemasan yang indah dalam rangka menipu manusia, maka begitu juga setiap orang atau pihak yang membawa ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang murni maka ia akan memiliki musuh dan pendengki dari kalangan setan jin dan manusia yang melontarkan syubhat dan fitnah dalam rangka menipu umat dan memalingkan mereka darinya, Allah Ta’ala berfirman:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاء رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (Al An’am: 112).
Ketahuilah dan ingatlah bahwa barangsiapa tidak mengenali al Haq dan Daulah Khilafah sekarang, maka dia tidak akan mengenali al Haq dan Daulah Khilafah di saat kemunculan Al Mahdiy dan datangnya Dajjal, dikarenakan syubhat semakin hari semakin besar dan pekat, bila dengan syubhat murahan saja banyak orang terpengaruh dan mengikutinya serta malah mencela pihak yang benar, maka bagaimana dengan fitnah Dajjal yang mana ia adalah fitnah paling besar yang tidak seorangpun merasa mantap dengan imannya terus ia mendatangi Dajjal dalam rangka menghujjahnya namun pada akhirnya ia malah jadi pengikut Dajjal, karena sangat dasyatnya syubhat yang dibawanya. Maka sadarlah wahai para pencela Daulah Khilafah, sambutlah karunia Allah Ta’ala yang sudah ada di depan mata kita yaitu Daulah Khilafah, dan kasihanilah diri kalian yang sekarang sudah berbaris bersama salibis, zionis dan para thaghut murtad serta para penyembah berhala di BARISAN dan fusthath (Tenda/Kubu) penentang Daulah Islamiyyah. Perang Ahzab (Multi Nasional) dalam memerangi dan mengepung Daulah Islamiyyah akan dimulai yang dipimpin oleh Amerika, dan itu adalah tanda awal kemenangan yang telah Allah Ta’ala janjikan, sebagaimana Perang Ahzab di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah disambut para sahabat dengan keyakinan datangnya janji Allah Ta’ala, di mana Allah Ta’ala berfirman:

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا

“Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.” (Al Ahzab: 22), dikarenakan Nashrullah itu akan datang di saat puncak kesulitan dan puncak kesabaran:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء وَزُلْزِلُواْ حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al Baqarah: 214), dan Dia berfirman:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Asy Syarh: 5-6).
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, dan pertolongan itu bersama kesulitan, serta bersama kesusahan itu ada kemudahan.”
Akan tetapi orang-orang munafiq dan para pendengki Daulah Islamiyyah, maka di saat Daulah itu dikeroyok oleh pasukan Sekutu (Ahzab/Multi Nasional), maka mereka aka mencemoohkan Daulah Islamiyyah dan akan menyalahkannya dikarenakan telah mengundang banyak musuh serta mereka meyakini bahwa Daulah Islamiyyah itu pasti hancur dan mereka menyalahkan Manhaj Daulah Islamiyyah, sebagaimana kaum munafiqin di zaman Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meyakini hal yang sama di saat pasukan Ahzab mengepung Madinah, Allah Ta’ala mengisahkan:

إِذْ جَاؤُوكُم مِّن فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنكُمْ وَإِذْ زَاغَتْ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا

“(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan (mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya”.” (Al Ahzab: 10-12).
Dengan kondisi itu orang-orang mu’min yang jujur meyakini bahwa itu justru awal dari datangnya Nashrullah, karena pertolongan Allah Ta’ala akan datang di atas puncak kesabaran dan puncak kesulitan, dan itulah yang terjadi pada perang Ahzab di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, di mana di dalam kondisi yang sangat genting itu datanglah nashrullah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.”(Al Ahzab: 9), dan berfirman:

وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْرًا وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا

“Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al Ahzab: 25).
Dan setelah Ahzab itu maka tidak ada lagi kecuali invasi kaum muslimin ke negeri-negeri kafir, Rasulullah mengatakan setelah cerai-berainya Ahzab:

الْآنَ نَغْزُوهُمْ وَلَا يَغْزُونَنَا

“Sekarang kita yang menginvasi mereka dan mereka tidak akan menginvasi kita lagi.”
Maka setelah itu disapu bersihlah kaum Yahudi Banu Quraidhah yang membantu musyrikin Quraisy di Ahzab, di mana mereka dikepung oleh pasukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di benteng-benteng mereka dan akhirnya mereka menyerah pasrah, Allah Ta’ala mengisahkan:

وَأَنزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُم مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِن صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَّمْ تَطَؤُوهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا

“Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.” (Al Ahzab: 26-27).
Di mana tanah, harta dan rumah-rumah mereka menjadi rampasan perang milik kaum muslimin, dan anak-anak dan para wanita mereka menjadi hamba-sahaya bagi kaum muslimin, serta laki-laki yang sudah baligh mereka dipenggali lehernya satu persatu dalam satu hari atas perintah Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dan dimasukkannya mayat-mayat mereka itu di parit-parit yang digali di pasar-pasar Madinah, sedang jumlah yang dibunuh itu berkisar antara 600-900 orang Yahudi. Dan setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menaklukkan suku-suku kafir dan memberikan pelajaran kepada suku-suku kafir yang telah menindas kaum muslimin, dan kemudian perjanjian Hudaibiyyah di mana eksistensi kenegaraan Daulah Islam di Madinah diakui oleh Otoritas Jazirah Arab yaitu musyrikin Quraisy, dan setelah itu terjadilah Futuh Mekkah. Dan in syaa Allah kondisi itu akan dilalui juga oleh Daulah Islamiyyah atau Daulah Khilafah, baik musuh atau pendengki itu suka maupun tidak suka.
Di saat Ahzab jilid dua itu terjadi dengan Koalisi pimpinan Amerika menyerang Daulah Islamiyyah, maka kafirlah setiap orang yang menginginkan kehancuran Daulah Islamiyyah oleh Ahzab itu, dan munafiq-lah orang yang menyembunyikan keinginan itu di hatinya, dan keinginan hati itu akan Allah tampakkan di dalam ungkapan-ungkapan lisan samar mereka, Allah Ta’ala berfirman:

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَن لَّن يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ وَلَوْ نَشَاء لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُم بِسِيمَاهُمْ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ

“Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka? Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu.” (Muhammad: 29-30).
Walau akan ada segolongan pihak yang akan menjadi penonton yang menunggu siapa pemenang di dalam Perang Ahzab itu, dan mereka akan mengikuti pihak pemenang, sebagaimana kaum arab pedalaman zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi penonton dan menggantungkan keagamaan mereka kepada pihak yang menang, di mana mereka menyandarkan kebenaran ajaran kepada kemenangan pihak yang berperang, Allah Ta’ala mengisyaratkan kepada mereka itu di dalam firman-Nya:

يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوا وَإِن يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُم بَادُونَ فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنبَائِكُمْ وَلَوْ كَانُوا فِيكُم مَّا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا

“Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badwi, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. Dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.” (Al Ahzab: 20).
Oleh sebab itu di saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berhasil menaklukkan Mekkah maka berbondong-bondonglah berbagai suku pedalaman masuk Islam. Dan kondisi ini in Syaa Allah akan terjadi pula, di mana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada kita bahwa dien ini akan sampai ke semua tempat yang ada malam dan siang, dien ini akan masuk ke setiap rumah, baik rumah yang terbuat dari tanah maupun dari bulu-bulu hewan dengan kejayaan orang yang jaya dan kehinaan orang yang hina. Maka ambillah bagian posisimu wahai kawan, apakah bersama Daulah Islamiyyah, atau bersama Ahzab (Amerika dan sekutunya dari kalangan para thaghut juga para ulama suu’ yang merapat dengan thaghut dan rela menjadi sepatu mereka) atau menjadi penonton seperti orang-orang arab badui menunggu siapa pemenang?!

Abu Sulaiman

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kepada Thaghut dan Penolongnya

Wahai penghamba dolar dan penjilat pantat Amerika. Sampai kapan engkau terus seperti itu? Sampai kapan engkau menjadi pelaksana tugas musuh-musuh Allah? Sampai kapan engkau terus menukar imanmu dengan seonggok dolar? Tidakkah engkau sadari bahwa engkau saat ini ibarat boneka-boneka yang ditempatkan sebagai tameng mereka, namun ketika engkau sudah tidak berguna maka engkaupun akan dihabisi dan tidak memberikan pertolongan kepadamu.

Lihatlah bagaimana nasib Muammar Ghadafi, Husni Mubarok, Soeharto, Soekarno, dan thaghut lainnya, mereka semuanya ketika tidak sesuai dengan kepentingan AS lagi, maka akan ditumbangkan dan dihabisi. Apakah engkau akan menyusul mereka atau tetap menyelamatkan diri dengan menjilat lebih dalam pantat AS?! Ingatlah bahwa kaum kafir itu sangat licik, dan bisa jadi engkau adalah korban selanjutnya. Berhentilah menghamba kepada AS dan baiatlah Abu Bakar Albaghdady, meski dengan itu engkau akan kehilangan jabatan dan merasakan siksaan yang pedih.

Sesungguhnya selama maut belum menjemputmu, masih ada kesempatan untuk menyelamatkan dirimu dari api neraka. Tinggalkanlah AS! Sungguh tidak ada harganya kenikmatan dunia jika dibandingkan dengan Akhirat. Satu detik engkau merasakan neraka, maka engkau akan mengira tidak pernah merasakan nikmat sedikitpun.  Perhatikan sabda Rasulullah SAW ini, jika engkau masih beriman kepadanya:

“Pada hari kiamat dihadapkan seorang yang termewah di dunia dan ia sebagai calon penghuni neraka, maka dicelupkanlah ia ke dalam neraka sebentar, kemudian dikeluarkan dan ditanya, “Hai anak Adam, pernahkah kamu merasakan kesenangan dan kebahagiaan selama hidupmu?” Jawabnya, “Tidak pernah, wahai Tuhanku”. Kemudian didatangkan seorang yang paling menderita di dunia dan ia calon penghuni surga, maka dicelupkanlah ia sebentar ke dalam surga, kemudian ditanya, “Hai anak Adam, pernahkah kamu menderita kesukaran atau kemalangan selama hidupmu?” Jawabnya, “Tidak wahai Tuhanku, belum pernah saya menderita atau merasakan kesukaran sama sekali”. (HR. Muslim).

Berhentilah menjadi thaghut, sebab ia adalah perkara yang amat hina dihadapan Allah SWT. Siapakah thaghut itu? Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : “Thaghut adalah wazan fa’alut dari thughyan, sedangkan thugyan itu adalah melampaui batas, yaitu kedzaliman dan aniaya. Maka yang diibadati selain Allah bila dia itu tidak membenci peribadatan tersebut adalah thaghut, oleh sebab itu nabi shallallahu’alaihi wa sallam menamakan patung-patung sebagai thaghut di dalam hadits shahih tatkala beliau berkata: “Dan orang yang menyembah para thaghut dia mengikuti para thaghut itu.” Dan yang ditaati dalam maksiat kepada Allah, juga yang ditaati dalam mengikuti kesesatan dan dalam selain dienul haq, baik dia itu diterima beritanya yang menyelisihi kitabullah atau ditaati perintahnya yang menyelisihi perintah Allah maka ia itu adalah thaghut, oleh sebab itu orang yang dirujuk hukum yang memutuskan dengan selain kitabullah adalah dinamakan thaghut,…” (Majmu’ Al Fatawa: 28/200, lihat kitab Ath Thaghut milik Abu Bashir halaman 66).

Maka perhatikanlah dirimu, apakah engkau termasuk thaghut atau tidak? Dalam artian “apakah engkau diikuti dalam melanggar syariat Allah SWT dan engkau ridha akan hal itu?” jika benar maka engkau adalah thaghut. Jika dalam Al-Qur’an diperintahkan kepada pencuri untuk dipotong tangannya (QS. Al-Baqarah: 178), pezina untuk dicambuk 100 kali (QS. Annur: 2), pelarangan minuman keras (QS. Al-Maidah: 90), lalu engkau memutuskan perkara dengan yang lainnya, misalnya engkau tidak memotong tangan pencuri tetapi malah memenjarakamnya atau engkau malah melegalkan minuman keras dan menarik pajak darinya, lalu keputusanmu itu diikuti, maka engkau adalah thaghut.

Jika benar engkau adalah thaghut maka engkau tidak ada bedanya dengan firaun dan rahib-rahib yang ditaati oleh kaumnya meskipun sudah jelas menyimpang. Allah SWT berfirman:

"Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (QS. At-Taubah: 31)

Imam At Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan, bahwa ketika ayat ini dibacakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di hadapan ‘Adiy ibnu Hatim (seorang shahabat yang asalnya Nashrani kemudian masuk Islam), ‘Adiy ibnu Hatim mendengar ayat-ayat ini dengan vonis-vonis tadi, maka ‘Adiy mengatakan: “Kami (orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat atau sujud kepada alim ulama dan rahib (pendeta) kami”, Jadi maksudnya dalam benak orang-orang Nashrani adalah; kenapa Allah memvonis kami telah mempertuhankan mereka, atau apa bentuk penyekutuan atau penuhanan yang telah kami lakukan sehingga kami disebut telah beribadah kepada mereka padahal kami tidak pernah shalat atau sujud atau memohon-mohon kepada mereka? Maka Rasul mengatakan: “Bukankah mereka (alim ulama dan para rahib) menghalalkan apa yang Allah haramkan terus kalian ikut menghalalkannya, dan bukankah mereka telah mengharamkan apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?” Lalu ‘Adiy menjawab: “Ya”, Rasul berkata lagi: “Itulah bentuk peribadatan mereka (orang Nashrani) kepada mereka (alim ulama dan para rahib).”

Pada hari ini, AS sedang menggalang dukungan untuk memerangi Khilafah. Para thaghut pun berbondong-bondong mengikuti tuannya itu dan ikut dalam mendukung perang melawan Khilafah. Sekecil apapun peranmu dalam memerangi khilafah, apakah dengan memberikan uang, senjata, pangkalan udara, pujian, bahkan pelukan dan senyummu kepada AS, sungguh itu akan menjadikan engkau dibangkitkan dihadapan Allah dalam keadaan menganiaya diri sendiri, meskipun engkau terpaksa melakukannya.

"Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan Malaikat dalam Keadaan Menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) Malaikat bertanya : "Dalam Keadaan bagaimana kamu ini?". mereka menjawab: "Adalah Kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para Malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. (QS. An-Nisa: 97)

Ayat ini turun berkenaan dengan muslimin makkah yang ikut berperang di barisan kafir Quraisy. Yang dimaksud dengan orang yang Menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama Nabi SAW sedangkan mereka sanggup. mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar, akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.

Alhamdulillah, selelsai sudah buku ini ditulis. Semoga menjadi hujjah dihadapan Allah SWT dan mencerahkan pandangan kaum muslimin tentang Daulah Islam. Sesungguhnya kebenaran berasal dari Allah dan kesalahan berasal dari diri saya sendiri. Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya, Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq kecuali Allah SWT, Aku memohon ampun dan bertaubat kepada Allah atas segala kesalahanku.

Saudaramu,



Ibnu Yakub 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kepada Yang Mengaku Dirinya Salafy

Wahai kaum yang menisbatkan dirinya dengan para salafus shalih, mengikuti jejak mereka, serta menghidupkan sunnah saat kebanyakan orang menghidupkan bid’ah. Pengikut dari Ulama-ulama besar seperti Imam Ahmad bin hanbal, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qoyyim Aljauziyyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, dan seterusnya. Kalianlah yang menamakan dirinya sebagai “Muwahiddun”, yaitu orang-orang yang sangat tegas dalam bertauhid.

Sungguh Khilafah telah ditegakkan oleh Muwahiddun di bumi Irak dan syam yang diberkahi. Khilafah ini didirikan tidak lain oleh pengikut Ulama-ulama besar seperti Imam Ahmad bin hanbal, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qoyyim Aljauziyyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, dan seterusnya. Mereka bermanhajkan dengan manhaj salaf dan berakidah dengan akidah ahlusunnah wal jamaah. Sunnguh hampir tidaka ada perbedaan kalian dan Daulah Islam, kecuali hanya perbedaan yang dibuat-buat.

Sebagian Syeikhmu mengatakan bahwa Daulah Islam adalah khawarij, sebagian lagi mengatakannya sebagai kafir yang lebih kafir dari yahudi dan nashrani, sebagian lagi memilih diam dan tidak bersikap (tawaquf) karena khawatir salah dalam bersikap. Pembahasan mengenai apakah Daulah Islam ini adalah khawarij atau tidak, sudah dibahas di bab sebelumnya. Sangat terang sekali bahwa Daulah Islam bukan khawarij, melainkan ahlusunnah waljamaah. Lalu mengapa engkau urung mendukungnya?

Sesungguhnya penolakanmu tidak lain disebabkan oleh menuruti para Ulama penguasa yang menjilat kaki Raja Saudi. Ketahuilah, meskipun dia adalah pelayan tanah suci, namun lihatlah betapa mesranya dia dengan pembunuh umat islam. Lihatlah sikapnya terhadap Bush, Obama dan Putin? Sangat lembut dan bahkan memberi mereka medali penghargaan. Lihatlah sikapnya saat AS hendak menjajah Irak, dia justru menyediakan pangkalan udara sebagai transit pesawat tempur AS dalam membunuh lebih dari satu juta muslim di Irak. Sementara bagaimana sikap beliau terhadap Daulah Islam? Beliau justru malah bergabung dengan koalisi negara-negara barat dalam menyerang Daulah Islam sehingga membunuh banyak kaum muslimin termasuk wanita dan anak-anak? Bukankah koalisi itu adalah untuk meneguhkan pemerintahan Irak yang syiah? Apakah seperti ini Amirul Mukminin?!

Seandainya kalian bisa lebih adil dalam memandang antara Arab Saudi dan Daulah Islam, engkau akan dapati Daulah Islam jauh lebih merepresentasikan manhaj salaf daripada Saudi. Jika alasanmu adalah karena Daulah Islam memberontak terhadap Ulil Amri yang sah, maka apakah Nuri Almaliki dan Bashar Assad adalah Ulil Amri yang sah? Bukankah mereka tak lain adalah dua ekor syiah yang kalian laknat? Penulis pernah bertanya kepada salah seorang ikhwan kalian, bagaimana hukum memberontak terhadap penguasa syiah, beliau dengan tegas membolehkan hal itu karena syiah bukan muslim!

Namun jika kalian tetap memaksa bahwa siapapun pemimpin di suatu negri, maka dialah Ulil Amri, penulis ingin bertanya, siapa Ulil Amri di wilayah dari Aleppo hingga Diyala? Siapa yang berkuasa disana? Urusan rakyatnya diatur oleh siapa? Jawabannya tiada lain adalah: Daulah Islam. Sungguh aneh jika kalian menganggap penguasa syiah sebagai penguasa yang sah, sementara Daulah Islam tidak kalian anggap sah. Apakah karena Daulah Islam mendapatkan kekuasaan dengan cara kekerasan sehingga membuatnya tidak sah? Lalu tahukah engkau bagaimana Ibnu Suud mendapatkan kekuasaan di hijaz yang kemudian dinamakan Arab Saudi itu? Ibnu Suud juga merebutnya dengan kekerasan, hanya bedanya Ibnu Suud merebut kekuasaan dari Khilafah Utsmaniyyah, sementara Daulah Islamiyyah merebut kekuasaan dari Amerika Serikat dan penguasa boneka syiah. Lihatlah dengan jernih, siapa yang lebih pantas kita dukung?!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS