Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Khilafah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khilafah. Tampilkan semua postingan

Sesungguhnya Daulah Islamiyyah itu adalah janji Allah Ta’ala -In Syaa Allah-

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًۭا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًۭٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” (An Nuur: 55)
Dan itu merupakan ketentuan Allah Ta’ala yang sudah digariskan, di mana bila kaum mu’minin mustadl’afin kembali kepada ajaran Allah dan para thaghut semakin durjana, maka itu adalah awal tanda kehancuran para thaghut dan keberkuasaan orang-orang mu’min:
وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةًۭ وَنَجْعَلَهُمُ ٱلْوَٰرِثِينَ وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَنُرِىَ فِرْعَوْنَ وَهَٰمَٰنَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَحْذَرُونَ
“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Firaun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu” (Al Qashash: 5-6)
Dan Dia sekarang memperlihatkan kepada para thaghut dan aparatnya kehancuran diri dan kekuasaan mereka lewat tangan bala tentara Daulah Khilafah, dan kehancuran mereka akan terus berkelanjutan dan mereka akan jatuh satu demi satu.
Dan itu dikarenakan syari’at jihad di atas kejelasan tauhid ditegakkan oleh Daulah Islamiyyah. Dan ini adalah bukti nyata sabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam.
Al Imam Ahmad meriwayatkan (18406) juga  Ath Ath Thayalisiy (439) dan Al Bazzar (2796) dari Hudzaifah radliyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة، فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها إذا شاء الله أن يرفعها، ثم تكون ملكا عاضا، فيكون ما شاء الله أن يكون، ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون ملكا جبرية، فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة “.
“Kenabian itu ada di tengah kalian selama waktu yang Allah kehendaki untuk berada, kemudian Dia mengangkatnya bila Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian jadilah khilafah di atas minhaj kenabian, di mana ia berada di tengah kalian selama waktu yang Allah kehendaki untuk berada, kemudian Allah mengangkatnya bila Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian jadilah kerajaan yang menggigit, di mana ia berada di tengah kalian selama waktu yang Allah kehendaki untuk berada, kemudian mengangkatnya bila Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian jadilah kerajaan yang otoriter, di mana ia berada di tengah kalian selama waktu yang Allah kehendaki untuk berada, kemudian mengangkatnya bila Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian muncullah khilafah di atas minhaj kenabian.”
Yaitu fase terakhir umat ini setelah dikungkung oleh mulkan jabariyyah yang satu demi satu berjatuhan di tangan mujahidin Daulah Khilafah yang dengan izin Allah Ta’ala akan sampai ke Indonesia dan bahkan menguasai dunia dengan hukum Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
ليبلغن هذا الأمر ما بلغ الليل والنهار ولا يترك الله بيت مدر ولا وبر إلا أدخله الله هذا الدين بعز عزيز أو بذل ذليل عزا يعز الله به الإسلام وذلا يذل الله به الكفر
“Sungguh urusan ini benar-benar akan sampai ke seluruh penjuru bumi, dan Allah tidak membiarkan satu rumah tembok dan rumah bulu-pun melainkan Dia masukan dien ini ke dalamnya dengan kejayaan orang yang jaya atau dengan kehinaan orang yang hina, kejayaan yang dengannya Allah jayakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah hinakan kekafiran.” (Hadits Riwayat Ahmad)
Ini adalah janji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan beliau itu tidak berkata kecuali berdasarkan wahyu:
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ
Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) (An Najm: 2-4).
Dan yang dimaksud dengan kehinaan bagi kekafiran di dalam hadits ini adalah bahwa orang-orang kafir asli akan dikalahkan dan bertekuk lutut kepada kekuasaan kaum muslimin, sehingga yang tidak mau masuk Islam di antara mereka mau tidak mau menjadi orang-orang kafir dzimmiy yang harus menunaikan jizyah kepada Daulah Islam, Allah Ta’ala berfirman:
قَٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلْحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ حَتَّىٰ يُعْطُوا۟ ٱلْجِزْيَةَ عَن يَدٍۢ وَهُمْ صَٰغِرُونَ
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (At Taubah: 29)
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
بعثت بالسيف بين يدي الساعة حتى يعبد الله وحده لا شريك له وجعل رزقي تحت ظل رمحي وجعل الذل والصغار على من خالف أمري ومن تشبه بقوم فهو منهم
“Aku diutus dengan pedang sebelum hari kiamat sampai Allah sajalah yang diibadati lagi tidak ada sekutu bagi-Nya, dan rizqi-ku dijadikan dibawah bayangan tombakku, serta kehinaan dan kerendahan dijadikan atas orang yang menyalahi perintahku…” (Riwayat Abu Dawud).
Kita sekarang bisa mengetahui bagaimana orang-orang kafir nasrani di Raqqah dan Mosul mereka menerima menjadi Ahli Dzimmah dan menunaikan jizyah kepada Daulah Khilafah. Sehingga makar atau upaya musuh untuk menghancurkan Daulah Islam ini tidak akan berhasil, dan justru suatu saat nanti Daulah Islam-lah yang akan menghapus negara-negara kafir itu dari peta kekuasaan mereka dan tapal-tapal batas negara-negara itu akan dihapus, dan ini adalah suatu kepastian yang tidak bisa ditolak, dan pada gilirannya akan masuk ke negeri ini dengan izin Allah Ta’ala. (Abu Sulaiman Al Arkhabiliy)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

بسم الله الرحمن الرحيم KEPADA MEREKA YANG BELUM MENYELESAIKAN URUSANNYA DALAM MASALAH DAULAH KHILAFAH


Penulis: Luwis Hafizhahullah
Tahukah engkau bahwa setiap hari milyaran uang digelontorkan demi mengaburkan dan menutupmu dari Daulah Khilafah?!
Tahukah engkau bahwa milyaran itu tujuannya untuk menenggelamkanmu setiap hari kepada banjir kalimat:
Daisy (ISIS) mengkafirkan… Daisy menyembelih… Daisy membunuh warga sipil… Daisy khawarij… Daisy menghalalkan darah… Daisy anjing neraka… Daisy memporak-porandakan jihad… Daisy mencemarkan Islam… Daisy menolak mahkamah syar’iyyah… Daisy adalah agen Iran… Daisy adalah agen Yahudi… Daisy adalah agen Nushairi… Daisy Ba’athisme..!
Tahukah engkau bahwa Azh-Zhawahiri yang memperdaya dengan istilah ‘kesepakatan umat’ dalam permusuhannya kepada Daulah Islam, ketika dia dulu akan berjihad dia telah menyelisihi umat seluruhnya, dan mencela ulama terbesarnya; Ibnu Baz!
Tahukah engkau bahwa Azh Zhawahiri yang sering mengatakan tentang persatuan umat, dia hidup bersembunyi di pegunungan Afghanistan… jauh dan jauh sekali dari umat?!
Tahukah engkau bahwa mereka menghujat khilafah karena dia tidak dibangun di atas musyawarah, padahal di saat yang sama tidak ada di muka bumi ini laki-laki lain yang dia memiliki kemampuan, bahkan keinginan untuk menjadi khalifah?!
Tahukah engkau bahwa umat seluruhnya berdosa jika mereka tidak menunjuk seorang imam, sedangkan mereka berusaha meyakinkanmu bahwa Daulah Islam berdosa karena telah menunjuk seorang imam!?
Tahukah engkau bahwa para thaghut telah menguasai umat dan menguasai seluruh negeri yang ada di bawah kekuasaannya, maka sesungguhnya ide berkumpulnya para ulama dari seluruh dunia lalu memilih seorang khalifah hanyalah sekedar impian yang tidak akan terwujud di zaman ini!
Tahukah engkau bahwa al-Qaeda yang telah bangga menyeret Amerika ke Irak untuk menghabisinya, sekarang menghujat Daulah Islamiah karena telah melakukan hal yang sama?!
Tahukah engkau bahwa Azh Zhawahiri ketika mengaku bahwa dia adalah amir bagi amir Daulah Islamiah dia tidak memberikan baiat baik secara lisan maupun tulisan yang membuktikan kepemimpinannya?!
Tahukah engkau bahwa Azh Zhawahiri tiba-tiba memberi tahu kita bahwa dia telah menerima banyak bai’at dan kemudian menyerahkannya kepada Mula Muhammad Umar, dan ingin meyakinkan kita bahwa Mula Muhammad Umar adalah amir bagi amirnya amir Daulah Islam, tapi di saat yang sama engkau perlu merasa bodoh karena Mula Umar sendiri di dalam keterangan resminya menyatakan bahwa wilayahnya terikat dengan batas wilayah Afghanistan saja?!
Tahukah engkau, jika engkau mempercayai bahwa Azh Zhawahiri adalah amir bagi Daulah, maka engkau wajib mempercayai bahwa Majlis Syura Daulah telah memberhentikan Azh Zhawahiri setelah dia menetapkan pecahnya Daulah Islamiah (yang seharusnya adalah Daulahnya) dan mendukung orang-orang yang memecahkan diri untuk membangkang kepada para pemimpin mereka!
Tahukah engkau, bahwa tidak akan ada komandan yang punya akal yang akan mendorong tentara daulahnya untuk menyelisihi para pemimpin mereka?!
Tahukah engkau bahwa yang diinginkan adalah engkau percaya bahwa Azh Zhawahiri adalah orang yang telah membubarkan Dauah Islamiah dan menjadikannya sekedar jama’ah ketika dia murka terhadapnya?!
Tahukah engkau jika memang Azh Zhawahiri itu adalah pemimpin sesungguhnya atas Daulah Islamiah, pasti Daulah akan terpecah belah dan terjadi saling bunuh di dalamnya setelah kesaksiannya?!
Tahukah engkau bahwa Al-Maqdisi mengaku bahwa dia telah memutus hubungan dengan Daulah lantaran Daulah enggan bertahkim dengan syariat lewat pengakuan dustanya, di saat yang sama ketika Jabhah Jaulani (yang dia anggap lebih bersih panjinya) menolak untuk bertahkim dengan syariat dia tidak memperdulikannya sama sekali dengan komentar?!
Tahukah engkau bahwa kelompok-kelompok di Suriah adalah yang pertama kali mengumumkan perang terhadap Daulah, sedangkan Daulah adalah yang mengangkat motto jangan serang kami maka kami tidak akan menyerang kalian.
Tahukah engkau bahwa yang diinginkan darimu adalah meyakini bahwa Daulah-lah yang bersalah karena dia melawan orang-orang yang menyerangnya!
Tahukah engkau bahwa Daulah tidak menolak berhakim kepada syar’iat, namun dia hanya menolak mahkamah yang katanya independent namun itu adalah buatan lawan-lawannya yang sudah lama diketahui hasil-hasil keputusannya?!
Tahukah engkau bahwa Al-Maqdisi ketika menghujat Daulah Islam selnya itu kemudian berubah menjadi ruang operasi, dan dari tempat dia ditahan dia bisa saling berkirim surat dengan Azh Zhawahiri?!
Tahukah engkau bahwa kedengkian Al-Maqdisi kepada mujahidin Iraq sudah lama, dan dia mendapatkan kesempatannya untuk menikam mereka setelah terjadi perselisihan antara Daulah dan Azh Zhawahiri ?!
Tahukah engkau bahwa orang-orang Abbasiyyin dahulu memberontak kepada khilafah Bani Umayyah dan membunuh siapa saja yang jatuh ke tangan mereka dari kalangan Umawi, tapi tidak ada satu pun ulama di zaman manapun yang melontarkan gelar khawarij kepada mereka, namun di saat Abu Khalid As-Suri terbunuh dan tuduhan disematkan terhadap Daulah secara zhalim,  maka Azh Zhawahiri pun melontarkan lafazh khawarij terhadap Daulah Islamiah seluruhnya!
Tahukah engkau bahwa Azh Zhawahiri tidak bergetar sedikitpun perasaannya ketika terjadi pengkhianatan atas Daulah dan terbunuh ratusan orang darinya, di saat yang sama dunia penuh dengan kegaduhan atas kabar pembunuhan satu orang, dan menuduh Daulah sebagai khawarij karena kematiannya.
Tahukah engkau bahwa khawarij itu adalah mereka yang menolak khilafah di setiap masa, dan sibuk mencari khilafah rasyidah yang sesuai dengan logika mereka!?
Tahukah engkau bahwa Daulah telah memberikan saran kepada setiap kelompok mujahid untuk sepakat mengangkat seorang khalifah, akan tetapi kelompok-kelompok itu masa bodoh dan tidak memperhatikan sama sekali masalah khalifah atau imam, namun sekarang mereka berkata kepada kami tentang syura?!
Tahukah engkau jika mencari kebenaran di balik kata yang dimulai ‘Daulah telah membunuh fulan…’ maka dengan mudah engkau dapat menyingkap bahwa itu hanya dusta belaka!
Tahukah engkau bahwa Al Jaulani dan Al Harari telah membangkang terhadap Daulah Islamiyyah dan kemudian mereka malah mensifati Daulah dengan sebutan Khawarij!
Tahukah engkau bahwa Al Jaulani yang dahulu pernah membanggakan bahwa jabhahnya tidak pernah menerima dana apa pun, tapi kemudian dibongkar oleh Al-‘Athwi dan ia membeberkan bahwa Jabhahnya telah menerima satu juta dollar dari Al-‘Ar’ur untuk memerangi Daulah?!
Tahukah engkau bahwa Al Jaulani hingga hari ini masih memanfaatkan kesuksesan-kesuksesan jabhah nushrah di saat dulu masih menjadi cabang Daulah dengan anggapan bahwa ia adalah murni kesuksesan jabhahnya, padahal jabhahnya itu kembali dibentuk setelah penyempalannya?!
Tahukah engkau bahwa Jabhah Nushrah bekerja sama dengan Shahwat ketika dia berkhianat terhadap Daulah, dan bahwasanya Al Jaulani dalam rilis audionya yang pertama bersamanya dia tidak bisa mendustakan persaksian Abu Muhammad al-Amriki…tapi dia malah berusaha untuk menetapkan keabsahan tindakannya!
Tahukah engkau bahwa Jaulani ketika dia tertipu dengan dirinya sendiri dan merasa sudah kuat dia mengancam akan memerangi Daulah tidak hanya di Suriah tapi juga di Iraq!
Tahukah engkau bahwa semua kelompok Jihad di Suriah, kecuali Daulah, disokong dengan dana dari luar, dan kemenangan mereka adalah kemenangan negara penyokongnya, dan pergulatan di antara para penyokong ini kelak akan tercermin pada persaingan di antara mereka di masa depan!
Tahukah engkau bahwa peran Al Muhaisini satu-satunya adalah menarik tentara Daulah dan memasukkan mereka ke Nushrah melaui jalan dusta, dan bahwa Jabhah Jaulani memanfaatkannya untuk memasarkan Jabhah setelah kejadian apa pun!
Tahukah engkau bahwa Muhaisini adalah pendusta Syam dan tidak ada seorangpun yang menyainginya, terutama metode ala shakespere-nya dalam rilisan-rilisan ketika berdusta, terlebih tentang kedustaannya yang paling terkenal, seperti berhasil Jabhah membuka Sahil dan penjara Halab, akan tetapi dia kemudian membuat-buat ketika menuduh Daulah meledakkan Darkusy, kemudian ketika menjual pada umat meriam Ababil yang akan melindungi warga Syam dari pesawat Asad!
Tahukah engkau bahwa Muhaisini pendusta adalah kepercayaan yang selalu diambil pendapatnya bagi siapa yang ingin menghujat Daulah!
Tahukah engkau bahwa kekhawatiran akan adanya Daulah yang mengumpulkan kaum muslimin, telah membuat semua musuh Al-Qaeda justru memuji Al Qaedah, dengan harapan dapat mengalihkan mujahidin dari Daulah Islamiyyah dan masuk ke dalam Al-Qaeda!
Tahukah engkau bahwa Ar’ur (penghujat Al-Qaeda paling besar) sekarang mulai memberi fatwa dan mendorong mujahidin untuk meninggalkan Daulah dan beralih membai’at Azh Zhawahiri!
Tahukah engkau bahwa ratusan tanzhim yang meyerupai Al-Qaeda melakukan pengeboman di sana-sini lebih dicintai oleh musuh-musuh Islam dari pada Daulah Islam dan Khalifah yang akan menyatukan kaum muslimin dan memerdekakan negeri-negeri!
Tahukah engkau bahwa Al-Qaeda dengan semua tokohnya dahulu memuji Daulah Islamiyyah dan dianggap sebagai Daulah yang dinanti-nantikan dan akan mengembalikan kekhalifahan, namun ketika Azh Zhawahiri marah kepadanya, maka dia tidak lagi dianggap sebagai daulah menurut mereka, tapi kelompok ekstrim dan khawarij!
Tahukah engkau bahwa Al-Qaeda mengeluarkan rilisan tentang perluasan mereka di India tidak lain adalah untuk mengaburkan kemenangan-kemenangan (futuhat) Daulah Islamiyyah, dan bahwasanya rilisan yang banyak mengabarkan mujahidin di semua tempat tidak menyebutkan kemenangan-kemenangan Daulah Islam padahal itu adalah kemenangan terpenting kaum Muslimin sejak puluhan tahun?!
Tahukah engkau bahwa al-Qaeda hari ini adalah adalah ujung tombak dalam  memerangi Daulah Islam secara fikiran, karena mustahil dapat memerangi Daulah Islam tanpa menggunakan manhaj dan pemikiran jihadi yang dapat mempengaruhi para personelnya!
Tahukah engkau bahwa Azh Zhawahiri yang memuji operasi 11 September kemudian tiba-tiba dia menolak segala operasi jihad yang mungkin dapat dimanfaatkan media untuk menjelekkan Islam!?
Tahukah engkau bahwa Abu Qatadah yang berkata sesungguhnya wartawan itu adalah utusan perdamaian dalam rangka mencela Daulah Islamiyyah, justru dia sendiri dahulu yang pernah mengatakan akan memenggal leher-leher para wartawan yang melakukan kerusakan di muka bumi.
Tahukah engkau bahwa semua tokoh terkenal, dan terutama Zhawahiri yang menyelisihi Daulah dalam perluasannya dan menghujatnya lantaran itu, tidak seorangpun dari mereka itu meminta maaf kepada Daulah akan hal itu, walau kenyataan membuktikan jauhnya pandangan Daulah dan kebenaran ijtihadnya, ketika perluasan itu membuahkan banyak kemenangan di Iraq?!
Tahukah engkau bahwa setiap yang mencela Daulah untuk menjatuhkannya, itu sama artinya dengan membantu Rafidhah untuk berkuasa di atas leher-leher ahlus-sunnah di Iraq kembali!!
Tahukah engkau bahwa yang wajib sekarang adalah mendukung Daulah, dan berusaha memperbaiki segala kesalahan, bukan justru mencela dan menjatuhkannya!
Tahukah engkau bahwa membebaskan umat dan mengembalikan kejayaannya tidak akan mungkin terwujud kecuali dengan sebuah Daulah yang akan menyatukan mereka, yang akan membebaskan mereka dari para thaghut, dan bukan dengan kelompok-kelompok yang mendapat sokongan secara tidak langsung dari para thaghut?!
Tahukah engkau bahwa Tha`ifah Manshurah adalah yang akan membawa umat dan membebaskannya dari bid’ah dan khurafat, dan dari penguasaan thaghut atas mereka, dan bukan yang berusaha mencari kesamaan bersama para tirani umat, dari kalangan ahli bid’ah (ikhwan, Sururi, Jamiah, salafiah thaghut, Asy’ariah dan lain sebagainya) untuk keluar dengan sebuah solusi pertengahan yang ingin mereka sebut dengan persetujuan umat!
Tahukah engkau bahwa apa yang diwujudkan Daulah bagi Umat selama beberapa tahun terakhir ini sangat sulit bagi umat seluruhnya untuk mewujudkannya sejak selama beberapa dekade yang lalu?!
Selasa, 24 Shafar 1436/16-12-2014
Ditulis oleh: Luwis
Alih Bahasa: Usdul Wagha
Murajaah: Abu Sulaiman 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wajibnya bersatu di bawah bendera Imam Ibrahim

Oleh: Abu Malik Shaiba Al Hamd (@shaiba_h)

terjemah: Syahid Salim
Sejak Ibrahim bin ‘Awadh Al Qurasyi diangkat sebagai khalifah, perdebatan tentang sah tidaknya kekhalifahannya terus berlangsung.
Ketika kaum muslimin yang berada diluar kekuasaan Khalifah sibuk mengarang dan menulis untuk membantah keabsahan kepemimpinannya, kita dapati kaum muslimin yang berada dibawah kekuasaannya bersatu dan berkumpul di sekelilingnya. Baik ia berbaiat secara suka rela atau terpaksa. Sehingga doa-doa dilantunkan dari mimbar-mimbar jum’at untuk kebaikan dan taufik Amirul Mu’minin.
Pada saat yang sama beliau menegakkan syari’at Allah -sebagai penguasa bukan yang dikuasai-. Maka beliau mendirikan gedung-gedung mahkamah berdasar atas ketetapan-ketetapan Allah. Beliau menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, dan menampakkan sedekah. Beliau mengumumkan jihad melawan orang kafir. Beliau memperbaiki kondisi kaum muslimin dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Menyebarkan rasa aman, menegakkan hisbah amar ma’ruf nahi munkar. Membebaskan tawanan dengan kekuatan. Memperluas kekuasaannya ke berbagai tempat dengan paksaan dan kemenangan. Memimpin kaum muslimin dengan politik mashlahat dan mafsadat yang menjaga Din dan kemuliaan mereka. Daulahnya mencakup wilayah berkali lipat lebih besar dari beberapa negara, bahkan dua kali lipat lebih luas dari wilayah Inggris.
Dengan itu orang kafir mulai segan dan takut kepadanya. Daulahnya menjadi tempat tujuan para muhajirin yang lari karena dinnya, harapan orang-orang tertindas, dan para tawanan. Semua bendera selain bendera daulah islamiyah adalah terlarang. Maka kaum muslimin yang berada di bawah kekuasaannya harus tunduk, berbaiat, mengakui dan bersatu dibawah kepemimpinannya. Semua ini adalah fakta yang sudah diketahui. Tidak ada yang mengingkarinya kecuali syaithan telah mengencingi matanya dan mempermainkan kepalanya.
Perdebatan semakin panas ketika bendera Khalifah Ibrahim berkibar di luar wilayah kekuasannya. Baik itu di Yaman, Mesir, Filipina, atau Libya. Kaum muslimin berselisih tentang kewajiban bersatu dibawah kekuasaannya dan menimpakan dosa atas siapa yang tidak mau melaksanakannya.
Dalam baris-baris berikut saya meminta tolong kepada Allah untuk menetapkan keabsahan tegaknya bendera-bendera tersebut dan wajib untuk membaiatnya serta berdosa siapa saja yang tidak mau berbaiat kepadanya. Berdasar atas Kitabullah, sunnah Rosul-Nya dan perkataan para salaf yang menunjukkan kepada hal itu. Kemudian saya akan berusaha menepis syubhat-syubhat yang ada secara logis. Semoga Allah Subhanahu wata’alamenolong dan memberi taufik kepadaku. Sungguh Dia Maha Mampu atas hal itu.

Pertama: Apakah boleh bagi seorang muslim untuk tetap tanpa seorang imam?

Allah berfirman;

(وإذ قال ربّك للملائكة إني جاعلٌ في الأرض خليفة)

“Dan ingatlah ketika Rabbmu berkata kepada para malaikat, Aku akan menjadikan di bumi seorang khalifah” (QS Al Baqarah 30)
Imam Al Qurthubi Rahimahullah berkata: “Ayat ini adalah pondasi pengangkatan imam dan khalifah yang didengar dan ditaati agar semua kalimat bersatu. Dengannya hukum-hukum kekhalifahan dilaksanakan”.
Imam Muslim meriwayatkan di dalam Shahihnya dari Nafi’ Rahimahullah berkata: “Ketika mereka melengserkan Yazid mereka bersepakat dan bersatu dibawah Ibnu Muthi’. Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu lalu mendatanginya. Abdullah bin Muthi’ berkata menyambutnya: “Berikan bantal kepada Abu Abdurrahman (kun-yah Ibnu Umar -ed)”. Maka Ibnu Umar berkata: “Aku tidak datang kepadamu untuk duduk-duduk. Aku datang kepadamu untuk mengatakan kepadamu hadits yang aku dengar dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang melepaskan tangan ketaatan maka dia akan menemui Allah tanpa hujjah apapun. Barangsiapa yang mati sedangkan lehernya tidak terikat dengan baiat maka ia mati dalam jahiliyah”.
Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan hadits di atas: “Seseorang wajib menjadikan bagi dirinya itu seorang imam. Tidak boleh seorang pun (muslim -ed) bermalam tanpa seorang imam. Karena sama saja itu artinya tanpa kekuasaan dan tanpa seorang waliyyul amr. Allah berfirman;

{ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻭَﺃُﻭﻟِﻲ ﺍﻟْﺄَﻣْﺮِ ﻣِﻨْﻜُﻢْ }

“Wahai orang-orang beriman, taatilah Allah, taatilah Rosul dan Ulil Amri diantara kalian”(QS An Nisa 59)
Yang meninggal sedangkan lehernya tidak terikat dengan baiat, dia adalah orang yang menyempal lagi menyelisihi jalan orang-orang mu’min. Karena orang-orang mu’min harus mempunyai pemimpin dalam keadaan apapun juga. Jika ia menyelisihi dan menyempal maka ia bukan dalam jalan orang-orang mu’min”. Selesai.
Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata: “Wajib diketahui bahwa mengurus permasalahan manusia (mengangkat pemimpin -ed) adalah kewajiban Din yang paling agung, bahkan Din tidak akan tegak kecuali dengan itu.”
Ibnu Hazm dalam Al Fashl fil Ahwa wal Milal wan Nihal berkata: “Semua ahlus sunnah, syi’ah dan khawarij (kecuali sekte Najdaat) bersepakat akan wajibnya imamah.”
Al Mawardi dalam Al Ahkam As Shulthaniyah berkata: “Mengangkat pemimpin yang pantas untuk memikulnya adalah wajib secara ijma’, walaupun Al Asham menyempal.”
Faktanya, Syaikh Abu Muhammad Al Adnani telah menyerukan kaum muslimin umumnya dan para mujahidin khususnya untuk memilih imam sehingga mereka bisa mentaatinya, bersatu di bawah kepemimpinannya dan berjihad di bawah benderanya. Namun amat disayangkan seruannya tidak ada satupun yang menanggapi. Oleh karena itu majelis syura Daulah terpaksa menegakkan kewajiban paling agung ini dan mengangkat Syaikh Ibrahim bin ‘Awadh sebagai imam kaum muslimin. Maka baiatnya adalah sah dengan sahnya syarat-syaratnya, tidak ada seorangpun yang menandingi dan menyelisihinya.

Kedua: Apakah syarat-syarat khalifah ada dalam diri Imam Ibrahim?

Adapun syarat-syarat khalifah yang disebutkan oleh para ahli ilmu yang mu’tabar semuanya telah terkumpul dalam diri Khalifah Ibrahim. Syarat-syarat tersebut adalah:
1. Islam.
Tidak boleh mengangkat orang kafir sebagai pemimpin seorang muslim secara ijma’. Allah berfirman;

{ولن يجعل الله للكافرين على المؤمنين سبيلا}

“Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman”. (QS An Nisa 141)
Al Qurthubi Rahimahullah berkata: “Tidak ada khilaf dengan persyaratan merdeka dan islam bagi seorang imam.”
2. Baligh dan memahami taklif.
Maksudnya adalah berakal sehat dan mampu membedakan haq dan bathil. Al Qurthubi berkata: “Hendaknya dia telah baligh dan berakal sehat”. Al Juwaini berkata: “Jika misalnya dia menjadi gila permanen maka otomatis terlengserkan.”
3. Merdeka.
Maksudnya adalah lawan dari budak. Secara ijma’, seorang budak tidak boleh menjadi khalifah selama belum dibebaskan. Asy Syinqithi berkata: “Salah satu syarat Imam A’dzam adalah merdeka, tidak boleh seorang budak menjadi imam. Tidak ada perselisihan dalam hal ini dikalangan ulama”.
4. Laki-laki.
Seorang wanita tidak boleh diangkat menjadi imam. Nabi Shallallahu’alahi wasallam bersabda: “Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh wanita” (HR Bukhari). Ibnu Qudamah berkata: “Tidak boleh seorang wanita menjadi khalifah dan gubernur suatu negeri”. Tidak ada perselisihan dalam hal itu dikalangan ulama.
5. Sehatnya indera dan anggota badan.
Maka seorang bisu, tuli, lumpuh atau yang sepertinya tidak boleh diangkat menjadi imam karena akan menghalanginya melaksanakan tugas-tugas dan menegakkan hukum. Al Qurthubi berkata: “Hendakanya khalifah itu seorang laki-laki yang sehat anggota badannya”. Sebagian ahlul ilmi berpendapat tidak disyaratkannya hal itu.
6. Nasab Quraisy.
Salah satu syarat imamah menurut ahlus sunnah adalah berasal dari suku Quraisy. Jumhur telah mensyaratkan hal itu berdasarkan hadits

(ﺍﻷﺋﻤﺔ ﻣﻦ ﻗﺮﻳﺶ)

“Para imam itu berasal dari Quraisy” (Muttafaq ‘alaih)
Bahkan Al Mawardi menukil adanya ijma’ dalam syarat ini.
Dalam hadits disebutkan;

الأمراء من قريش

“Para pemimpin itu dari suku Quraisy”
Anehnya, berlawanan dengan ahlus sunnah, ternyata Khawarij tidak mensyaratkan imam berasal dari suku Quraisy. Namun ketika kita melaksanakan sunnah ini kita malah dituduh Khawarij.
Sebagian kelompok ingin memindahkan perkara ini dari Imam Ibrahim. Mereka mengklaim bahwa Mullah Umar -sebagai amir Thaliban- telah dibaiat sebagai khalifah. Mereka berkata: Kami telah membaiat Mullah ummar dengan baiat udzma, maka dialah Amirul Mu’minin. Selain fakta bahwa Mullah Umar sendiri menolak klaim ini dari dirinya sendiri, ternyata secara syar’i beliau tidak memenuhi syarat sebagai khalifah. Dalam hadits disebutkan;

لا يزال هذا الأمر في قريش ما بقي من الناس اثنان

“Perkara ini (imamah -ed) akan tetap berada ditangan suku Quraisy selama masih ada dua orang dikalangan manusia” (HR Bukhari)
Ibnu Hajar Rahimahullah berkata: “Disimpulkan dari hadits itu bahwa para sahabat bersepakat bahwa mafhum hadits itu adalah untuk pembatasan (artinya tidak boleh selain suku Quraisy menjadi Imam -ed). Inilah pendapat jumhur ahli ilmu, bahwa syarat seorang Imam adalah dia berasal dari suku Quraisy”.
Asy Syinqithi berkata dalam tema imamah ini: “Orang Quraisy didahulukan daripada lainnya selama syarat-syarat imamah terpenuhi dan dia tetap menegakkan Din”.
Maka jelaslah batilnya klaim kekhalifahan Mullah Umar.
7. Ilmu.
Yaitu menguasai ilmu yang menghilangkan kebodohan. Al Qurthubi berkata: “Hendakanya seorang khalifah itu orang yang cocok menjadi qadhi kaum muslimin, seorang mujtahid yang tidak membutuhkan orang lain untuk dimintai fatwa dalam suatu peristiwa. Ini adalah hal yang disepakati”.
Adapun Imam Ibrahim -semoga Allah memberi taufiq kepada keridhaan-Nya- berdasarkan biografinya telah terbukti menguasai ilmu yang menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain -semoga Allah menjaganya-.
8. Adil.
Adapun adil merupakan syarat menurut ahlu madzhab kecuali Hanafiyah. Adapun Malikiyah mewajibkannya. Ibnu Taimiyah berpedapat bahwa adil haruslah menjadi sifat orang yang diserahi kepemimpinan. Menurut Asy Syinqithi hendaknya khalifah itu seorang yang adil, tidak boleh orang fasik menjadi Imam.
Kita meyakini Imam Ibrahim merupakan orang yang adil berdasarkan kesaksian para sahabatnya hafidzahullah.
Inilah delapan syarat khalifah yang disebutkan oleh ahll ilmu dalam buku-buku mereka. Semuanya telah terkumpul dalam diri Amirul Mu’minin Ibrahim bin ‘Awadh bin Ibrahim Al Badri Al Qurasyi Al Husaini hafidzahullah.

Ketiga: Cara pengangkatan khalifah.

Yaitu cara-cara syar’i untuk memilih imam dan mengangkatnya menjadi imam kaum muslimin. Ada empat cara pemilihan khalifah:
  1. Baiat. Yaitu ahlul halli wal ‘aqdi membaiat seseorang yang memenuhi syarat untuk menjadi khalifah. Contohnya adalah pembaiatan Abu Bakar Ash Shiddiq pada hari saqifah
  2. Wasiat. Yaitu seorang khalifah mewasiatkan seseorang untuk menjadi khalifah setelahnya. Contohnya adalah wasiat Abu Bakar kepada Umar Radhiyallahu ‘anhuma untuk menjadi khalifah sepeninggalnya.
  3. Syuro dan pemilihan. Yaitu musyawarah untuk mengangkat Imam dan mendahulukan yang paling mulia, seperti yang dikatakan oleh Ibnu Hajar. Contohnya adalah ahlu syuro yang dipilih oleh Umar Radhiyallahu ‘anhu sepeninggalnya.
  4. Paksaan dan kekuatan. Yaitu seseorang yang mempunyai kekuatan mengambil kekuasaan dengan paksaan.
Inilah empat metode pengangkatan khalifah. Adapun kepemimpinan Khalifah Ibrahim Al Badri melalui meteode keempat, yaitu paksaan dan kekuatan. Namun kekuatan yang digunakan adalah terpuji insya Allah. Karena beliau menegakkan kewajiban yang disia-siakan oleh kaum muslimin. Maka beliaulah imam kaum muslimin yang sah secara syar’i. Justru kaum musliminlah yang telah menyia-nyiakan kewajiban agung ini. Terbukti ketika Syaikh Abu Muhammad Al ‘Adnani meminta mereka untuk memilih dan mengangkat seorang imam tidak ada seorangpun yang menjawabnya. Dari hal itu jelaslah jika kaum muslimin tidak ingin melaksanakan kewajiban ini. Maka Amirul Mukminin Ibrahim bin ‘Awad menegakkannya dengan paksaan dan kekuatan, sehingga kewajiban yang tersia-siakan bisa terlaksana.
Jika kita telisik hakekat ghalabah tersebut, ternyata bukanlah termasuk dalam bentuk yang dilarang oleh para ulama dan fuqaha. Bahkan yang dilakukannya adalah perbuatan terpuji lagi berpahala insya Allah Ta’ala.
Dengan demikian, dalam diri Khalifah Ibrahim telah terkumpul syarat-syarat imamah yang disebutkan para fuqoha. Beliau diangkat dengan metode yang juga sah secara ijma’. Maka apakah diperbolehkan seseorang mengundur-undur bahkan menolak berbaiat kepadanya? Rela dengan dosa yang bakal ditanggungnya? Kemudian jika beliau tidak menegakkannya lalu kapan kalian akan menegakkannya wahai para penentang?
Demikian saya cukupkan dengan taufiq dari Allah bukti-bukti keabsahan imamah Amirul Mu’minin Ibrahim Al Qurasyi

Keempat: Syubhat-syubhat para pengkritik.

Ikhtilaf dan perselisihan dikalangan anak adam adalah sesuatu yang telah ditakdirkan oleh Allah. Namun ada khilaf yang mu’tabar ada yang tidak mu’tabar. Adapun orang-orang yang berselisih bermacam-macam. Ada yang keras kepala, atau karena permusuhan, atau karena iri dan dengki, atau karena syubhat dan lain-lain. Orang-orang yang menyelisihi kita karena keras kepala, permusuhan dan kedengkian maka kita serahkan perkaranya kepada Allah. Sebanyak apapun kebaikan tampak tak akan menambah kecuali kejelekan.
Adapun orang-orang yang menyelisihi karena syubhat yang mencegah mereka, maka diantara mereka ada saudara kita yang mulia. Syubhat-syubhat mencegah mengikat mereka sehingga ragu-ragu dan tidak berbaiat. Kita mohon hidayah dan taufik kepada mereka dan juga kita.
Sebelum mulai membahas syubhat-syubhat tersebut, saya ingatkan kepada ikhwan-ikhwan untuk membedakan antara musuh dan penentang. Tidak semua yang menyelisihi kita adalah musuh, bahkan bisa jadi mereka lebih mencintai kita daripada sekutu kita.
Mereka berkata: Deklarasi baiat kepada Imam Ibrahim di Yaman telah menyebabkan perpecahan barisan ikhwan Anshar Syariah dan melemahkan kekuatan mereka, padahal mereka sedang berribath dan berjihad.
Kami jawab: Betul mereka dalam kondisi ribath dan jihad -kami memohon kepada Allah agar memenangkan mereka-. Namun apa yang kalian katakan tidaklah betul. Deklarasi baiat tersebut adalah perkara syar’i yang menempati prioritas utama. Yaitu untuk menegakkan jihad di bawah bendera Khalifah Ibrahim, seorang imam yang diangkat untuk kaum muslimin agar darah dan kehormatan kaum muslimin di Yaman dapat terjaga setelah sebagian dari mereka meminta tolong kepada Khalifah. Kemudian ternyata amir Tandzim Al Qaeda berkata demikian: “Seseorang yang berpindah dari jama’ah jihadiyah menuju jama’ah jihadiyah lain tidaklah bisa disebut Khawarij. Walaupun ijtihadnya mungkin salah dia tetap terjaga kehormatannya sebagai muslim”. Lalu kenapa terlontar banyak celaan kepada orang-orang yang meninggalkan baiat jihad (baiat Tandzim Al Qaeda -ed) menuju baiat wajib (baiat kepada khalifah -ed)? Kemudian jika Abu Qatadah Al Filisthini membolehkan ikut serta berjihad bersama Ikhwanul Muslimin, bukankah berjihad bersama bendera Daulah Islamiyah yang bersih adalah lebih utama??
Mereka berkata: Kita terikat dengan baiat kepada Syaikh Aiman Adz Dzawahiri, tidak boleh kita melepasnya begitu saja.
Kami jawab: Bahkan kalian boleh melepasnya berdasarkan perkataan beliau sendiri: “Seseorang yang berpindah dari jama’ah jihadiyah menuju jama’ah jihadiyah lain tidaklah bisa disebut Khawarij. Walaupun ijtihadnya mungkin salah dia tetap terjaga kehormatannya sebagai muslim”. Apalagi baiat tandzim adalah baiat qital bukan baiat udzma. Justru kalian tidak boleh tetap dalam baiat qital tapi meninggalkan baiat udzma yang telah dideklarasikan. Apalagi tujuan didirikannya tandzim telah terwujudkan, yaitu berdirinya khilafah. Adakah tujuan lain selain itu? Maka segeralah bersatu wahai saudaraku yang mulia. Janganlah syaithan sampai menutupi hati kalian dari perkara yang telah ditegaskan oleh Al Qur’an dan Sunnah.
Mereka berkata: Bendera Ibrahim adalah bendera yang mencurigakan, tidak boleh bergabung dibawahnya.
Kami katakan: Orang-orang di Syam telah berkata seperti itu sebelum kalian. Namun setahun berlalu sampai mereka mengakui kejujurannya dan berbondong-bondong berbaiat. Telah jelas bagi kalian kedustaan tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada Daulah. Bahkan provokatornya hilang ditelan sejarah, sebagaimana telah kalian ketahui. Mereka tidak memberi manfaat dan tidak pula mengambil manfaat sedikitpun.
Terakhir, saya terus mencari dan mencari syubhat baru, namun saya tidak mendapatinya kecuali telah terpatahkan dengan dalil dan kebenaran yang nyata.
Akhir kata, alhamdulillahi rabbil ‘alamin
Ditulis oleh Abu Malik Syaibah Al Hamd
20 Muharram 1436 H

Teks asli: http://justpaste.it/hyj1

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KENAPA KHILAFAH DIDEKLARASIKAN

Daulah Islamiyyah
Departemen Wakaf, Dakwah Dan Urusan Masjid.
Wilayah Al Barakah, Kantor Dakwah Syaddadi.
Alih Bahasa: Ust. Abu Sulaiman Al-Arkhabiliy
[download dalam format brosur: thareeqalhaq.tumblr.com]

Kenapa Khilafah Dideklarasikan?
Dikarenakan alasan syar’iy-nya telah terealisasi dan pilar-pilarnya telah kokoh terpancang, maka apa alasan yang akan kami katakan kepada Rabb kami bila kami menangguhkannya?
Kenapa Khilafah Dideklarasikan?
Dikarenakan ia adalah ibadah (fardlu) kifayah, yang mana seluruh umat diperintahkan untuk menegakkannya, dan Daulah telah menggugurkan dosa dari (pundak) mereka dengan penunaian kewajiban ini, maka kenapa kalian tidak menyandarkan keutamaan pada ahli-nya?
Kenapa Khilafah Dideklarasikan?
Dikarenakan umat ini telah cerai-berai, dan jihad-pun telah dicecerkan oleh organisasi-organisasi, maka sudah tiba saatnya untuk mengumpulkan ceceran-cecerannya, menyatukan barisannya serta menggabungkan kalimat-nya.
Kenapa Khilafah Dideklarasikan?
Dikarenakan dengannya dien ini menjadi terjaga dan terlindungi, bahkan (dengannya juga) seluruh dlaruriyyat (hal-hal primer yang merupakan tujuan dien ini) bisa terlindungi dan tegak, serta (dengannya juga) dunia dan kehidupan manusia dibenahi, maka apakah kalian tidak menggunakan akal kalian?
Kenapa Khilafah Dideklarasikan?
Dikarenakan ia adalah tempat yang mana Allah menginginkan untuk melihat para pengikut Kekasih-Nya berada di dalamnya, di mana Dia mengokohkan mereka dan menolong mereka, sehingga ternyata bai’at demi bai’at terus mengalir mendatangi mereka dan begitu juga penaklukan demi penaklukan.
Kenapa Khilafah Dideklarasikan?
Dikarenakan Bentuk Ahlul Halli wal ‘Aqdi untuk tegaknya khilafah dengan segala bentuknya telah tercapai dan Al ‘Adnaniy telah menyerukannya, namun tidak ada seorang-pun yang maju menyambut seruannya, atau bahkan hatta (yang) berkilahpun (tidak ada).
Kenapa Khilafah Dideklarasikan?
Dikarenakan permintaan pendapat itu hanyalah di dalam penentuan Khalifah bukan di dalam penegakkan Khilafah, di mana orang-orang telah mencampuradukan di dalam hal itu sehingga terkaburlah masalahnya terhadap diri mereka. Khilafah itu adalah ibadah yang wajib, dan masyurah (permintaan pendapat) itu bukanlah di dalam masalah penegakkannya, akan tetapi di dalam pemilihan Khalifah, maka pahamilah wahai kaum dan perhatikanlah, oleh sebab itu Ahlussunnah membolehkan kepemimpinan orang yang merampas dengan kekuatan. Kemudian siapa yang harus diajak musyawarah? Apakah orang yang memerangi proyek Daulah dan memperolok-olokannya ataukah orang yang menginginkan pemerintahan-pemerintahan lokal yang membuat kita makin cerai-berai, ataukah orang yang mempokuskan dirinya untuk membela Shahawat.
Kenapa Khilafah Dideklarasikan?
Dikarenakan kami tidak melihat satu proyek-pun yang jujur di dalam menggapai Khilafah, semuanya adalah proyek-proyek khayalan, teoritis lagi pengandai-andaian yang tidak mungkin terealisasi, orang di antara mereka yang paling banyak berbaik sangkanya – bila memang berbaik sangka itu ada – mengatakan: (Kita bebaskan 80 % dari Damaskus, kemudian Ahlul Halli wal ‘Aqdi berkumpul, dan kita tidak akan melupakan kader-kader umat ini, kemudian kita menetapkan bentuk pemerintahan. Mereka melecehkan akal para pemuda yang jujur seraya berkata: (Kita dulu mempraktekkan kewenangan-kewenangan Al Hikmah Asy Syamiyyah yang hilang yaitu Negara, tanpa mendeklarasikan bahwa kita ini negara.
Syaikhul Islam menyebutkan bahwa ijma itu tidak mungkin terealisasi setelah masa generasi-generasi utama, dan dalam satu pendapat: setelah masa sahabat, sedangkan Ahlul Halli wal ‘Aqdi itu adalah lingkaran yang lebih luas.
Dan sekarang mereka itu menuntut ijma Ahlul Halli wal ‘Aqdi.
Keinginan yang telah rapuh dan hati yang telah berkarat serta akal yang telah kaku.
Kenapa Khilafah Dideklarasikan?
Dikarenakan tauhid yang jelas itu bagi mereka adalah ghuluw, dan Al Wala wa Al Bara itu adalah sikap mempersulit diri, serta penjadian rizki-ku di bawah kilatan pedang adalah dianggap sebagai kebodohan terhadap siyasah syar’iyyah.
Kejujuran tujuan itu telah dianggap mahal biayanya dan mandul buahnya! dan kejelasan pandangan itu malah telah dianggap sebagai kesempitan pola pikir dan membuat lari umat, serta kewajiban khilafah itu malah dianggap sebagai penyelewengan pada fase-fase (perjuangan) dan ketergesa-gesaan di dalam mencapai kemenangan dan tamkin.
Kenapa Khilafah Dideklarasikan?
Dikarenakan sekarang telah tiba saatnya untuk mengenakan mahkota dengan darah para syuhada, meninggikan bangunan serta naik di atas serpihan-serpihan jasad (syuhada) walaupun kita mengundang serangan setan dan bala-tentaranya serta kita membuat marah orang-orang Barat dan barisannya.
Wal Hamdu Lillahi Rabbil ‘Alamin.
Alih Bahasa: Abu Sulaiman Al Arkhabiliy.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KRONOLOGI TEGAKNYA KHILAFAH

Kronologi Tegaknya Khilafah (1924-2014)

Sesungguhnya kaum muslimin tidak pernah istirahat dari berjihad. Dari masa ke masa, baik pada masa kejayaan maupun masa kemunduran. Jihad terus ada sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

“Akan senantiasa tertambat kebaikan pada jambul kuda hingga hari kiamat, yaitu pahala dan ghanimah (rampasan perang)” (HR. Al Jamaah)

Hadits tersebut menunjukkan dengan kiasan yaitu “pada jambul kuda” yaitu peperangan. Sebab pada zaman nabi kuda adalah kendaraan perang paling canggih dan hal tersebut masih dipelajari oleh militer manapun di dunia ini sampai kapanpun. Kebaikan yang disebutkan adalah “pahala” dan “ghanimah” semakin memperjelas maksud hadits ini yaitu mengenai perintah untuk berperang hingga hari kiamat.

Imam Nawawi rahimahullah berkata dalam kitab Syarah Shohih Muslim ketika mengomentari hadits ini:

“Sabda Rosululloh SAW: “Akan senantiasa tertambat kebaikan pada jambul kuda hingga hari kiamat,” ditafsirkan oleh hadits lain dalam hadits shohih: “Kebaikan itu adalah pahala dan ghanimah.” Hadits ini menunjukkan bahwa Islam dan jihad akan tetap eksis hingga hari kiamat, maksud hingga hari kiamat adalah hingga sesaat sebelum kiamat terjadi, yakni ketika datang angin harum dari Yaman yang mencabut nyawa setiap mukmin, laki-laki maupun perempuan, sebagaimana terdapat dalam sebuah hadits shohih.”

Rasulullah SAW juga bersabda: 
“Jihad akan tetap berjalan sejak Allah mengutusku hingga umatku yang terakhir memerangi Dajjal, ia tidak akan dihentikan oleh kejahatan orang jahat ataupaun keadilan orang adil.” (HR. Abu Dawud)

Rasulullah SAW juga bersabda: 
“Akan selalu ada satu kelompok dari umatku yang berperang di atas kebenaran, mereka menang, hingga hari kiamat tiba.” (HR. Bukhari & Muslim)

Jika kita melihat negri kita, Indonesia, maka jihad tidaklah asing. Ia ada dan hidup ratusan tahun dan menjadi penyemangat dalam melawan kafir penjajah. Namun generasi baru kebanyakan lupa dan terpengaruh oleh barat dalam beragama sehingga seakan-akan menghilangkan jihad dari islam. Jika kita melihat apa spirit dari perlawanan rakyat indonesia, maka akan kita lihat spiritnya tiada lain adalah jihad fi sabilillah. 

Runtuhnya Khilafah Utsmani (1342 H/1924 M)

3 Maret 1924 Khilafah utsmaniyyah dibubarkan oleh seorang Yahudi yang menyamar menjadi seorang muslim, yaitu Mustafa Kemal Attaturk la’natullah alaih. Tahun 1924 hanyalah peruntuhan simbolis khilafah, sebab sejatinya khilafah telah runtuh jauh sebelumnya. Terjadi banyak penyimpangan dalam khilafah ini dan pada masa itu umat islam dalam keadaan jumud dan mundur, sementara kaum kafir eropa sedang bangkit karena mereka meninggalkan otoritas gereja.

Peruntuhan khilafah ini benar-benar dilakukan barat secara sistematis. Serangan dari sisi militer pada awalnya berhasil ditangkis, namun serangan budaya dan aqidah, utsmani tidak berdaya. Meskipun beberapa Khalifahnya berjuang melawan dan menghapus undang-undang barat tersebut, namun hal itu kembali ketika pada masa khalifah sesudahnya, bahkan utsmani membentuk parlemen, hal ini semakin menjauhkan utsmani dari sistem khilafah yang sebenarnya.  

Meskipun penyebab runtuhnya khilafah adalah karena kekalahan fisik dari negara kafir penjajah, namun sejatinya hal ini disebabkan oleh internal umat islam sendiri. Umat islam saat itu sudah mulai terpengaruh oleh budaya barat, pemikiran barat dan sistem pemerintahan barat. Sehingga ketika khilafah runtuh, umat islam seakan tidak berdaya dan menerima hal tersebut. 

Berdirinya Negara Zionis Israel (1367 H/1947 M)

Pada 14 Mei 1948 M Yahudi memploklamirkan kemerdekaan negara Israel. Hal ini telah disetujui sebelumnya oleh PBB (United Nation) pada tahun 1947 M. Yahudi mendirikan negara israel di tanah Palestina yang sebelumnya merupakan wilayah khilafah utsmani. Cita-cita pendirian negara Israel telah dicetuskan oleh Theodor Herzl sejak tahun 1897 M dalam Kongres I Zionis di Swiss. 

Theodor Herzl sebelumnya telah meminta pada Khalifah Abdul Hamid II untuk diberikan tanah palestina dengan iming-iming 35 juta lira emas, namun tawaran ini ditolak mentah-mentah oleh Khalifah. Setelah runtuhnya Khilafah Utsmani maka tidak ada lagi penghalang bagi gerakan Zionis Yahudi untuk mengambil alih tanah Palestina. 

Maka darah kaum muslimin pun tertumpah, bagai tak berharga. Tanah-tanah mereka dirampas. Rumah, masjid, sekolah, segalanya dihancurkan oleh Yahudi yang dibantu oleh Inggris. Diatas genangan darah kaum muslimin itulah negara Israel didirikan. Maka konflik kaum muslimin dengan Zionis Yahudi tetap abadi hingga Yahudi hengkang dari tanah Palestina.

Jihad Afghanistan melawan Rusia (1400 H/1979 M)

Tahun ini adalah awal abad ke 15 umat islam. Pada tahun ini geliat kebangkitan umat islam mulai muncul dengan jihad di afghanistan melawan Uni Soviet / Rusia. Rusia saat itu menginvasi umat islam di Afghanistan dan menwaskan lebih dari satu juta umat islam. Tokoh penting jihad afghanistan adalah Usamah bin Ladin dan Abdullah Azzam, dua tokoh ini dianggap oleh barat sebagai orang yang paling bertanggungjawab terhadap bangkitnya gerakan jihad pada abad 20. Jihad Afghanistan berhasil menarik kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia untuk berangkat kesana. Jihad ini dianugerhai Allah kemenangan dan berhasil memukul mundur Rusia dari Afghanistan.

Berdirinya Al-Qaidah di Afghanistan (1409 H/ 1989 M)

Setelah Rusia kalah dan meninggalkan Afghanistan, sempat terjadi konflik antar rakyat Afghanistan. Rakyat yang kemarin satu komando, menjadi berpecah belah dan masing-masing pihak ingin menguasai daerah sendiri-sendiri. Perang sipil pun terjadi, hal ini menyebabkan banyak mujahidin kembali ke negri mereka masing-masing. Syeikh Usamah bin Ladin pun mendirikan Al-Qaidah,  sebuah gerakan jihad global yang kelak menjadi musuh nomor satu negara kafir penjajah, terutama Amerika Serikat (AS). 

Al-Qaidah sadar bahwa musuh utama umat islam adalah negara kafir penjajah barat, terutama Amerika serikat yang melakukan kejahatan di banyak negri muslim. Bebebrapa prestasi Al-Qaidah adalah berhasil menembak jatuh Helikopter milik AS di Somalia, peristiwa ini lebih dikenal dengan Black Hawk Down. Peristiwa ini bahkan dibuat film oleh AS, meski banyak sekali propaganda busuk didalamnya dalam rangka menjelek-jelekkan mujahidin Al-Qaidah. Prestasi lainnya adalah berhasil menghancurkan gedung WTC di AS melalui pembajakan pesawat. Peristiwa yang sangat memalukan bagi AS tersebut dan membawa kerugian besar. 

Kebangkitan Mujahidin Taliban di Afghanistan (1414 H/1994 M)

Saat Afghanistan dilanda krisis perang sipil, Taliban muncul sebagai pihak yang memerangi dan menumpas para gerombolan perampok. Taliban dibawah pimpinan Mullah Omar berhasil menciptakan kemanan di wilayah yang dikuasainya. Wilayahnya pun terus meluas hingga merata di seluruh wilayah di Afghanistan. Hal ini menarik Usamah bin Ladin (Al-Qaidah) untuk kembali ke Afghanistan dan berjuang bersama.

Taliban mendirikan Imarah Islam Afghanistan (IIA), yang berarti pemerintahan islam afghanistan. IIA menerapkan hukum syariah di wilayahnya, namun menolak disebut sebagai khilafah. Bahkan IIA mengakui batas-batas wilayah dengan negara lain. Artinya IIA mencukukpan diri sebagai negara islam regional.

9/11 Strategi Al-Qaidah Memancing macan Turung Gunung (1422 H/2001 M)
Al-Qaidah membuat dunia terkejut dengan sebuah peristiwa yang dikenal dengan 9/11. Amerika Serikat yang diklaim memiliki keamanan tingkat tinggi mampu dipecundangi oleh Usamah bin Ladin. Menara kembar WTC yang merupakan salah satu pusat ekonomi AS pun runtuh, menimbulkan korban jiwa dan kebangkrutan ekonomi. 

AS pun menjawab serangan 9/11 tersebut dengan mengirimkan pasukan ke Afghanistan. Perang pun dimulai, strategi AL-Qaeda berhasil dengan memancing AS datang ke Afghanistan, dimana medannya tidak dikuasai AS. Meski AS mampu meluluhlantakkan Afghanistan, namun AS tidak bisa menghabisi Al-Qaeda dan Taliban, yang ada justru korban dari kalangan tentara AS semakin banyak dan sebagian lainnya mengidap penyakit jiwa lantaran ketakutan. Korban sipil yang ditimbulkan oleh penyerangan AS menyulut kemarahan umat islam dan memancing umat islam untuk menyerang AS di segala penjuru negri. AS pun menggelontorkan dana yang sangat banyak, sekitar 6 Milyar USD perbulan dihabiskan untuk perang di Afghanistan namun tetap saja Al-Qaeda dan Taliban tak bisa terkalahkan bahkan semakin kuat.

Invasi Iraq dan Terbentuknya Al-Qaeda fi Iraq (1424 H/2003 M)

Najis AS Menginjak-injak Masjid di Iraq
Amerika Serikat melakukan invasi ke Iraq untuk menjatuhkan rezim Saddam Husein. Invasi tersebut beralasan bahwa Saddam Husein memiliki senjata pemusnah masal, namun ini alasan yang terbukti bohong. Tiada lain tujuan AS adalah merebut sumber-sumber minyak di Iraq. Bersama Syiah dan Komunis Kurdi, AS pun berhasil meruntuhkan rezim Saddam Husein. Namun ada ancaman yang tidak disadari AS, yaitu Al-Qaeda fi Iraq (AQI) yang sebagian besar merupakan muhajirin dari Afghanistan yang sudah berpengalaman menghadapi AS.

Loyalis Saddam Husein yang berasal dari partai Ba’ats (sebuah partai sosialis) banyak yang bergabung ke AQI. Hal ini karena kebanyakan loyalis Saddam berasal dari Muslim sunni, tentu saja mereka harus bersyahadat ulang dan memperbaiki keyakinan-keyakinan syirik mereka sebelum masuk ke dalam AQI. AQI pun terus melawan pasukan koalisi AS, dan mendapat kemenangan yang tidak sedikit. AS berhasil menghabisi rezim Saddam Husein, namun gagal dalam menghabisi AQI sampai ditariknya pasukan AS dari Irak pada tahun 2011. AS berhasil membentuk pemerintah syiah dan otonom kurdi, namun gagal menguasai sebagian besar wilayah Irak yang tetap berada di tangan mujahidin.

Berdirinya Majelis Syuro Mujahidin dan Daulah Islam Irak (1426 H/2006 M)

Abu Mush'ab Azzarqawi
AQI yang dipimpin oleh Abu Mush’ab Azzarqawi bersama dengan faksi mujahidin lainnya, yaitu: Jaisy Thoifah Manshuroh, Saroya Anshor Tauhid, Saroya Jihad Islami, Saroya Al-Ghuroba, Kataib Al-Ahwal bersepakat membentuk Majelis Syuro Mujahidin (MSM). Majelis ini didirikan untuk segera mendirikan Daulah Islam di wilayah bekas Saddam Husein yang mereka kuasai. Pembentukan MSM ini mendahului pelantikan rezim boneka Irak, Nuri Almaliki. 

MSM terus menggalang dukungan (thalabun nushrah) kepada faksi-faksi lain dan kepada kepala suku setempat untuk menggabungkan wilayah mereka menjadi satu, dan mendirikan Daulah Islam. Banyak sekali suku-suku yang mendukung MSM, dianataranya: Al-Dulaim, Al-Jabbur, Al-Ubaid, Zuubaa, Qays, Azza, Al-Tay, Al-Janabiyiin, Al-Halaliyiin, Al-Mushohada, dll. Maka dibaiatlah amirul mukminin pertama Daulah Islam Irak, yaitu Abu Umar Albaghdady.

Abu Umar Albagdady adalah seorang muslim mujahid yang berasal dari suku Qurays. Terpenuhinya syarat beliau baik dari syarat in’iqad maupun syarat afdhaliyyat menjadikan beliau tidak ditolak oleh seluruh pihak MSM dan suku-suku setempat. Maka jelas bahwa telah terbentuk dua negara yang berbeda di bekas kekuasaan Saddam Husein, yang pertama adalah Daulah Islam Irak (mandiri) dan kemudian menyusul Republik Irak (boneka AS). Masing-masing memiliki wilayah, hukum, pengaturan urusan rakyat, sistem pemerintahan yang berbeda. 

Syahidnya Abu Umar Albaghdady dan diangkatnya Abu Bakar Albaghdady (1431 H/2010 M)

Abu Umar Albaghdadi
Abu Umar Albagdady menepati janjinya dengan syahidnya beliau. Ahlul Halli wal Aqdi (Dewan suksesi pengganti amirul mukminin, terdiri dari orang-orang yang berilmu) segera melakukan musyawarah, dan hasilnya membaiat Abu Bakar Albgadady (nama aslinya Dr. Ibrahim ibnu Awwad), seorang yang juga memenuhi syarat in’iqad dan syarat afdhaliyyat, seperti pendahulunya beliau juga merupakan keturunan Rasulullah SAW sehingga jelas beliau adalah Quraisy.






Revolusi Arab, Tumbangnya Raja-raja Mulkan Jabbariyyah (1431 H/2010 M)

Pada desember 2010, Tunisia bergolak karena rakyatnya melakukan protes pergantian rezim diktator (mulkan jabbariyyah). Peristiwa tersebut mengawali Arab Spring atau revolusi arab, sebuah momen pemberontakan rakyat kepada rezim diktator yang selama ini menindas mereka. Revolusi Arab dimulai dari Tunisia (Ben Ali), kemudian berlanjut ke Mesir (Husni Mubarok), Libya (Muammar Ghadafi), Yaman (Ali Abdullah Saleh), dan Suriah (Bashar Assad). Negara diktator arab lainnya seperti Arab Saudi juga mengalami namun penguasanya berhasil mengatasi pemberontakan tersebut.

Barat yang sebelumnya bersekutu dengan para diktator arab, kini merancang ulang strategi mereka. Barat ingin membajak revolusi arab tersebut agar kepentingan mereka tidak terganggu. Barat bahkan menginginkan revolusi tersebut menguntungkan mereka. Barat mendorong agar revolusi tersebut menghasilkan pemerintahan yang demokratis, yang itu artinya pemerintahan yang lebih mudah dikendalikan oleh barat. 

Lain barat, lain pula islamis (sebutan untuk pejuang islam). Islamis juga ikut “mendompleng” revolusi tersebut, tujuannya agar revolusi tersebut menghasilkan tegaknya syariah. Ikhwanul Muslimin (IM), Hizbut Tahrir (HT) dan Salafi Jihadi masing-masing berupaya mengarahkan revolusi sesuai dengan metode masing-masing. IM pada perjalanan awalnya sesuai dengan kepentingan barat, yaitu mengubah sistem diktator menjadi sistem demokratis, hal ini berhasil membawa IM menuju kemenangan pada pemilu di Mesir paska tumbangnya diktator Husni Mubarak. 

Parlemen pun dikuasai IM dan presiden yang terpilih pun dari tokoh IM, yaitu Muhammad Mursi. Namun tak lama berkuasa, Muhammad Mursi pun dikudeta oleh militer didikan AS yang dikomandoi Abdel Fattah Alsisi. Kemungkinan besar dikudetanya Muhammad Mursi disebabkan AS tidak percaya pada IM, karena meskipun IM demokratis dan tidak (atau belum) mengganggu kepentingan AS, bahkan menghormati perjanjian dengan Israel (Perjanjian Camp David), namun tetap saja AS tidak mau jika yang berkuasa “berbau” islamis.

Hizbut Tahrir juga tak mau ketinggalan, HT tampil dengan berupaya memimpin revolusi itu, mengarahkan massa agar kembali pada islam dengan menegakkan Khilafah dan mengingatkan massa agar tidak terpengaruh oleh barat. Beberapa dukungan pun berhasil didapat, namun opini ini “ditenggelamkan” oleh media mainstream yang pro demokrasi. Yel-yel khilafah dan poster khilafah yang diangkat massa tidak dipublikasikan, yang ditampilkan justru massa lain yang meneriakkan yel-yel demokrasi dan kebebasan.

Para Diktator Arab
Jihadis tampil dengan “jiwa singa”, yaitu mengajak massa agar meninggalkan demokrasi, PBB, dan perjanjian-perjanjian omong kosong lainnya. Kemudian mengajak massa agar mengangkat senjata dan melawan para diktator. Di Libya misalnya mereka berhasil meruntuhkan Muammar Ghadafi, namun revolusi tersebut direbut oleh milisi pro AS sehingga terbentuk pemerintahan demokrasi. Namun hingga buku ini ditulis, pertempuran islamis dan pro AS tetap berlangsung. Revolusi arab bukanlah hal yang baru, namun hanya terusan dari perjuangan yang telah berlangsung lama, mulai dari Al-Shabab di Somalia, Boko Haram di Nigeria, Anshar Bayt Almaqdis di Sinai, Mesir dan Palestina, Al-Qaeda Islami Magrib (AQIM) di afrika utara, Daulah Islam Irak, Imarah Islam Kaukasus, Imarah Islam Afghanstan, dll.

Pada akhirnya revolusi tersebut berhasil menumbangkan rezim, tapi gagal dalam mengganti dominasi barat. Barat tetap mendominasi, hanya dengan mengubah wajah para penguasa boneka. Namun ada satu tempat yang sampai buku ini ditulis pun masih bergolak, dialah revolusi suriah. Suriah atau Syam adalah tempat yang banyak dinubuatkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai tempat berlangsungnya perang akhir zaman, sehingga diperkirakan perang akan berlangsung lama.

Revolusi Suriah, Harapan Hadirnya Khilafah (1433 H/2011 M)

Trio Syiah: Hasan Nasrullatta - Bashar Assad - Ahmadinejad
Revolusi dimulai ketika gelombang demonstrasi damai dijawab oleh rezim Bashar Assad dengan tangan besi. Seperti bapaknya (presiden sebelumnya), Bashar Assad sangat kejam dalam menghadapi setiap oposisinya. Tentara suriah dikerahkan untuk membunuhi para demonstran, bahkan basis-basis tempat oposisi pun dibombardir, termasuk anak-anak dan wanita.

Bashar Assad yang beragamakan syiah nushairiyyah, tentu menjadi sekutu Iran dan gerakan Hizbullat Lebanon. Syiah sebenarnya minoritas di Suriah, dan mayoritas rakyatnya Ahlusunnah / sunni. Masyarakat sunni menjawab pembantaian Bashar Assad dengan jihad. Maka terbentuklah katibah-katibah atau brigade-brigade untuk melawan tentara rezim. Tidak hanya rakyat suriah, muslim dari luar suriah juga datang berduyun-duyun menyambut panggilan jihad melawan rezim syiah tersebut.

Jabhah Nushrah
Daulah Islam Irak, yang dipimpin oleh Abu Bakar Albaghdady saat itu, merespon pembantaian Bashar Assad dengan membentuk Front. Front tersebut adalah Jabhah Nushrah, sebuah front yang kemudian menjadi front terkuat dalam melawan Bashar Assad. Setengah kas negara (baitul mal) Daulah Islam Irak digelontorkan untuk biaya perang jabhah nushrah. Front tersebut dipimpin oleh Abu Muhammad Aljaulani, seorang kepercayaan Abu Bakar Albagdady.

Jabhah Nushrah yang terdiri dari para mujahidin yang kebanyakan prajuritnya telah berpengalaman dapat menguasai wilayah yang luas di Suriah. Maka Daulah Islam Irak mendeklarasikan namanya menjadi Daulah Islam fi Iraq wa Syam atau yang lebih terkenal dengan Islamic State in Iraq and Sham (ISIS).

Berdirinya ISIS dan Pecahnya Mujahidin (1434 H/2013 M)

Mujahid ISIS
Abu Muhammad Aljaulani yang ditugaskan memimpin jabhah nushrah mulai menampakkan pemberontakan kepada Daulah Islam Irak. Beliau mulai membentuk pemerintahan (imarah) sendiri, mengkritik kebijakan Daulah, dan menolak tugas yang diberikan Daulah. Amir Daulah Islam Irak, Syeikh Abu Bakar Albagdady memutuskan kebijakan untuk melebur jabhah nushrah dan Daulah Islam Irak menjadi satu, yaitu Daulah Islam fi Irak wa Syam (ISIS). Jabhah nushrah dibubarkan, namun Jaulani menolak hal tersebut dan tetap ingin memimpin jabhah nushrah, maka pecahlah mujahidin jabhah nushrah, sebagian tetap bersama Jaulani dan sebagian besar kembali bersama Daulah. 

Konflik ini semakin diperkeruh dengan bayan dari Al-Qaeda pusat yang dipimpin Syeikh Ayman Azzhawahiri agar Daulah Islam Irak fokus menggarap jihad di Irak dan meninggalkan medan Suriah. Al-Qaeda menawarkan solusi agar Jabhah Nushrah (yang telah diambil alih Al-Qaeda) berjihad di Suriah dan Daulah Islam Irak berjihad di Irak saja. Al-Qaeda menganggap dirinya berhak memerintahkan seperti karena merasa sebagai pimpinan Daulah Islam Irak, padahal Al-Qaeda fi iraq telah bubar sejak lama. Tentu saja permintaan Al-Qaeda pusat tersebut ditolak oleh Abu Bakar Albaghdady, karena jihad tidak memiliki batas dan sebuah daulah islam memang layak untuk terus ekspansi. Albaghdady juga menegaskan bahwa Daulah Islam Irak tidak berada dibawah Al-Qaeda, sebab pembentukan Daulah Islam Irak bukan hanya oleh Al-Qaeda, tapi juga dengan banyak gerakan jihad lain dan suku-suku muslim sunni di Irak.

Akibat konflik ini, terjadi berbagai adu domba yang bahkan sempat terjadi perang saudara. Namun hal tersebut dicegah seminimal mungkin oleh ISIS, ISIS tidak menyerang brigade atau front manapun yang tidak menyerangnya, walaupun sebelumnya mungkin front tersebut pernah memeranginya. ISIS lebih berkonsentrasi dalam melawan Rezim suriah, dan harus diakui bahwa saat itu ISIS menjadi kekuatan nomor satu di Suriah, padahal ISIS murni mandiri, tanpa backing  seperti brigade-brigade lain yang sebagian dibeking oleh Negara-negara arab dan barat.

Paska konflik itu ISIS seakan menjadi musuh bersama. Baik dari kalangan Syiah, Pemberontak suriah sekuler (FSA), dan kini jabhah nushrah. Fitnah pun menyebar dengan cepat, hingga sampai ke negri Indonesia. Di Indonesia, perseteruan mujahidin terlihat dari media pro Al-Qaeda, yang dulunya sangat mendukung Daulah Islam Irak, menjadi pecah. Sebagian tetap mendukung Daulah, dan sebagian lainnya memilih bersama Al-Qaeda pusat untuk menjatuhkan ISIS.

Dimusuhi, ISIS Baqiyah (1435 H/2014 M) 

Ditengah gempuran baik dari pihak lawan maupun kawan, ISIS semakin menunjukkan eksistensinya. Sebuah kota terbesar kedua di Irak, Mosul, yang saat itu berada dibawah kekuasaan rezim syiah  Nuri Almaliki berhasil ditaklukkan ISIS. Slogan baqiyah (tetap jaya) semakin membahana, hal ini menunjukkan bahwa tanpa dukungan Al-Qaeda pun ISIS tetap bisa eksis.

Hanya dalam waktu lima hari, Mosul jatuh dan menjadi wilayah ISIS. Mosul adalah kota terbesar kedua setelah Baghdad, didalamnya menjadi basis perekonomian pemerintah syiah Irak. Rampasan perang pun sangat banyak, mulai dari Helikopter, Tank, senjata, emas batangan dan uang tunai.

Bubarnya ISIS, dan Dideklarasikan Khilafah (1435 H/2014 M)

2014-2015 Kekuasaan ISIS di Suriah
ISIS semakin jaya, kekuasaannya luas membentang dari Aleppo di Suriah hingga Diyala di Irak. ISIS memiliki wilayah yang lebih luas dari Inggris raya, luasnya wilayah itu diakui oleh barat maupun timur, baik oleh lawan maupun kawan. Mahkamah-mahkamah syari’ah terbentuk, zakat dan jizyah telah ditarik dan didistribusikan, madrasah-madrasah, polisi lalu lintas, perdagangan, semuanya dibawah kontrol  ISIS. Maka hanya satu kewajiban yang tertinggal, yaitu ditegakkan khilafah. Sebuah pemerintahan islam untuk seluruh kaum muslimin, bukan hanya Irak dan Suriah.

Bagi yang mengetahui realitas ISIS maka mereka akan berucap “apa lagi hal yang menghalangi untuk ditegakkannya khilafah?!” hal itu karena semua syarat berdirinya khilafah telah dimiliki ISIS. 1 Ramadhan 1435 H, Setelah bermusyawarah dengan suku-suku di Suriah, ISIS membubarkan diri dan mengumumkan berdirinya khilafah. Setelah bermusyawarah dengan para pembesar kabilah di Suriah, Mereka sepakat memberikan baiat kepada Abu Bakar Albagdady, seluruh wilayah ISIS menyambut gembira dengan turun ke jalan-jalan. Berita gembira tersebut segera menyebar ke negri-negri lainnya, dan disambut suka-cita, kecuali oleh orang-orang yang dengki.

Kekuasaan Khilafah di Iraq dan Suriah
Tentu saja umat islam menyambutnya dengan gembira, sebab telah lama sekali umat islam hidup tanpa Imam/Khalifah. 90 tahun umat islam hidup tanpa khilafah, bahkan sebagian generasi muda muslim tidak tahu apa itu khilafah. Selama itu pula umat islam hidup tanpa harga diri, mereka dibunuhi, dijajah, dicabik-cabik negrinya, diperkosa muslimahnya, ditipu rezim boneka, tanpa ada pembela. Dengan berdirinya khilafah, maka penderitaan ini akan segera berakhir, dan diharapkan umat islam bisa menjadi khairu ummah kembali. Tentu ini tidak gratis, atau terwujud seperti tiba tiba, namun harus dengan perjuangan baik dengan merah darah syuhada maupun tinta hitam Ulama. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS